Per Hari Rp1,4 Triliun Uang Rakyat untuk Impor BBM

Per Hari Rp1,4 Triliun Uang Rakyat untuk Impor BBM

 

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengakui impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia sangat besar. Dalam satu hari, kata Jero Wacik, negara merogoh 120 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun untuk impor BBM.

Jero beralasan, besarnya impor BBM karena tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi yang tumbuh tinggi membutuhkan energi yang besar.

“Sekarang kita impor besar sekali itu mencapai USD 120 juta per hari impor BBM. Mengapa banyak karena ekonomi kita berkembang,” ucap Jero Wacik di Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Dia menyebutkan, tingginya geliat pertumbuhan ekonomi nasional terlihat dari makin bertambahnya jumlah sepeda motor, mobil dan kebutuhan listrik. Masyarakat banyak menggunakan AC, kulkas yang membutuhkan energi (BBM) untuk menghidupkannya.

Mantan menteri pariwisata ini berjanji mengurangi impor BBM. Komitmen ini, kata dia, sudah masuk dalam agenda kementerian dan diputuskan dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen).

Jero pun meminta agar kebiasaan menggunakan minyak mulai berpindah ke energi baru terbarukan non minyak, seperti gas, batubara, listrik, angin dan air. Menurut Jero, dengan kondisi Indonesia mengalami kekurangan minyak dan energi gas berlebih, seharusnya dapat memanfaatkan energi yang berlebih.

“Kita harus memenuhi ini agar beban ekonomi tidak terlalu berat, maka harus kurangi. Makanya ada program biodiesel. Misalnya pembangkit listrik batu bara. Biodiesel dan batu bara kita punya dalam negeri. Kalau ini terus naik, kita tidak dibebani,” tutupnya. (mdr/bh)