Penyelundupan 2.350 Kura-Kura Moncong Babi Digagalkan

kura-kuraBadan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berhasil menggagalkan ekspor satwa yang dilindungi, yaitu kura-kura moncong babi. Kementerian yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti ini, mencatat ekspor ilegal ini mencapai 2.350 ekor.
Kepala BKIPM Narmoko Prasmadji mengatakan, pemerintah melalui KKP telah menggagalkan pengiriman 2.350 kura-kura moncong babi atau 10 box yang disisipkan di antara 49 box kepiting bakau dengan ukuran lima sampai tujuh centimeter dan kepiting kecil dengan ukuran lebar kerapas kurang lebih 15 cm. “Berawal pada 16 Januari 2015 petugas BKIPM melakukan pemeriksaan terhadap pengiriman lobster dan kepiting yang akan dikirim menggunakan pesawat CX 789 tujuan Hong Kong dan menemukan lobster bertelur sebanyak tiga ekor serta lobster kecil dengan ukuran panjang kerapas di bawah 8 cm sebanyak 140 cm,” kata Narmoko di Gedung Minabahari II KKP, Jakarta, Senin (19/1/2015).
Menurut Nurmoko Prasmadji, 2.350 kura-kura moncong babi ini akan diekspor ke China, yang nantinya akan diolah sebagai makanan. “Untuk dimakan, dikonsumsi, saya tidak tahu khasiatnya apa,” katanya. Sedangkan untuk harga jual per ekor, Narmoko menyebutkan untuk kura-kura moncong babi ukuran kecil bisa mencapai Rp200 ribu per ekor, dan kura-kura ini masih bisa tumbuh besar yang jika dijual bisa mencapai Rp1 juta per ekor. (lp6)