Penyediaan Daging Sapi, Surabaya Gandeng Madura

Penyediaan Daging Sapi, Surabaya Gandeng Madura

Sapi dari Madura yang dibawa ke Surabaya melalui jembatan Suramadu, foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Sejak dua tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Rumah Potong Hewan (RPH) melakukan kerjasama dengan peternak yang berada di Madura untuk penyediaan daging sapi potong.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui kerjasama tersebut untuk mengendalikan harga daging sapi di kota Pahlawan. “RPH Surabaya telah lakukan kerjasama dengan penduduk di Madura sejak dua tahun lalu. Kenapa kami memilih peternak sana, karena sapi yang dibutuhkan banyak dan jumlahnya besar untuk penggemukan,” katanya.

Peraih Ideal Mother Award 2016 ini, mengungkapkan per harinya, Surabaya dapat memotong sapi hingga 25 ekor. Dengan kerjasama tersebut, mulai dua tahun lalu, harga daging sapi di Surabaya relative sama setiap tahunnya.

“Ingat saya, harga tahun ini juga Rp 100 ribu hingga Rp 105 ribu dan itu sama dengan tahun lalu. Dan itu sudah harga yang bagus. Perharinya kami memotong sapi hingga 25 ekor. Ada memang yang harganya mencapai Rp 95 ribu per kilogram. Bila kurang atau harganya dibawah itu maka kasihan peternak disana kan,” tuturnya.

Risma sudah memerintahkan kepada setiap camat untuk aktif turun ke pasar-pasar tradisional di Surabaya untuk dapat mengetahui apakah ada kenaikan harga bahan pokok.

Bila ada kenaikan, maka pihaknya akan menugaskan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Surabaya untuk dapat segera menstabilkannya. Selain iti, pihak Pemkot Surabaya juga akan membuat bazar Lebaran yang diselenggarakan bersama roadshow 31 usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Pahlawan.

“Disperindag menggelar pasar murah agar barang-barang pokok tidak naik sejak dua minggu lalu. Mulai telur, gula, minyak goreng dijual dengan harga murah untuk masyarakat. Sedangkan sewaktu bazaar lebaran, kami menggandeng para UKM Surabaya untuk ikut jualan nanti mendekati lebaran,” paparnya. (wh)