Penyakit yang Harus Diwaspadai selama Musim Pancaroba

Penyakit yang Harus Diwaspadai selama Musim Pancaroba

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dr Mira Novita dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (10/3/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Masuk musim pancaroba, ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat. Di antaranya infeksi saluran pernafasan atas (Ispa), diare, demam tifoid, demam berdarah, dan cikungunya.

“Seiring datangnya musim pancaroba, cuaca dan suhu udara bakal berubah secara drastis,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dr Mira Novita dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (10/3/2017).

Kata dia, dari sekian banyak penyakit tersebut, yang perlu diwaspadai penyakit demam berdarah. Penyakit ini memang disebabkan seiring dengan musim berkembang biaknya nyamuk.

“Pada musim pancaroba ini masih banyak genangan air yang menjadi tempat favorit nyamuk berkembang biak. Nah, untuk dapat mencegah penyebaran penyakit ini, masyarakat harus terus menjaga kebersihan lingkungannya dengan rutin melakukan pembersihan,” papar dia.

Mira juga menjelaskan, saat ini tren untuk penyakit demam berdarah di Surabaya semakin turun. Demam berdarah memiliki siklus empat tahun sekali sesuai dengan pergantian iklim.

Berdasarkan data yang dihimpun dinas kesehatan Surabaya, tahun 2012, ada 1.091 penderita demam berdarah di Kota Surabaya. Tahun 2013, angka tersebut naik dua kali lipat hingga menyentuh angka 2.007 penderita. Pada tahun 2014, jumpah penderita turun menjadi 816 orang. Tahun 2015, jumlah penderita demam berdarah kembali turun 640 penderita. Tepat pada 4 tahun siklus demam berdarah pada tahun 2016 lalu, angka penderita turun 930 orang.

“Lantas, pada tahun 2017 di bulan Maret ini, kami mencatat ada 90 penderita demam berdarah,” ungkap dia.

Menurut Mira, menurunnya angka penderita demam berdarah salah satunya disebabkan oleh early warning system yang telah dirancang Pemerintah Kota dan diimbangi kesadaran masyarakat Surabaya sendiri.  Di antaranya program kader jumantik. Dalam program ini, kami memberlakukan satu kader jumantik untuk mengawasi 10-12 rumah.

“Memang belum proposional, tapi program ini sangat membawa hasil positif dan sangat efektif dilakukan,” kupas Mira. (wh)