Penyakit Kanker Itu Ibarat Gunung Es

Penyakit Kanker Itu Ibarat Gunung Es

Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) memprediksi pada 2030 kematian akibat penyakit kanker akan meningkat sebanyak tiga kali lipat yaitu 17 juta kasus.

Jumlah kasus baru meningkat menjadi 27 juta kasus dari angka awal yaitu 11 juta. Sementara jumlah survivor meningkat menjadi 75 juta orang dari saat ini sebanyak 25 juta.

“Kanker itu ibarat gunung es, kasus muncul di permukaan sedikit padahal di bawahnya banyak sekali masalah belum tersentuh. Maka dari itu, harus ada pencegahan kanker yang memiliki pijakan berupa registrasi,” jelas dr Drajat R Suardi, SpB(K) Onk dari Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI).

Ia mengatakan hal itu dalam acara temu media ‘Kanker dan Upaya Pengendaliannya’ di kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Menurutnya, saat ini pencegahan kanker tersebut masih dilakukan Hospital Based dan belum menyentuh langsung masyarakat.

Apalagi, lanjut dia, pencegahan kanker di di negara berkembang masih terkendala terbatasnya sumber daya manusia, pengetahuan masyarakat akan kanker masih rendah, jumlah penyakit akibat infeksi masih tinggi dan wilayah jangkauan sangat luas.

Karena, lanjut dia, untuk pencegahan kanker perlu diagnosa patologi. Ini mengapa, kerja sama dengan instansi terkait sangat dibutuhkan.

Menjawab kebutuhan ini, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Dr Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes mengatakan, Kemenkes telah bekerjasama dengan berbagai pihak terkait. Seperti dengan organisasi profesi dan juga para survivor kanker.

“Survivor bisa jadi seorang juru bicara yang jelas dalam artian mereka bisa jadi contoh nyata bahwa meskipun terkena kanker, kalo bisa tetap menjalani pengobatan dengan baik maka kanker bisa disembuhkan. Begitu pula dengan pentingnya deteksi dini,” ujarnya. (ini/bh)