Penurunan Uang Muka Bantu Industri Otomotif

Penurunan Uang Muka Bantu Industri Otomotif
foto:corbis

Para pelaku bisnis di dunia industri otomotif menyambut baik keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menerbitkan kebijakan penurunan uang muka (UM) pembiayaan kendaraan bermotor. Dengan penurunan UM itu diharapkan bisa menggenjot penjualan yang sempat stagnan.

“Dengan uang muka murah, harapan kami penjualan bisa meningkat. terutama untuk mobil LCGC (Low Cost and Green Car)),” ujar Branch Manager Sales Division PT Mitra Pinasthika Mustika Auto deler Nissan-Datsun, Abel Philip Baraoge.

Pihaknya memperkirakan kebijakan itu akan terlihat efektif pasca Lebaran. Dimana masyarakat yang belum berkesempatan membeli mobil jelang Lebaran tahun ini, masih berkesempatan membeli pasca Lebaran.

“Biasanya pasca lebaran penjualan mobil menurun, dengan aturan baru itu harapan kami pasca lebbaran tetap tumbuh. Kalau saat ini leasing masih menentukan uang muka masih mengikuti aturan yang lama,” terang dia.

Diakui, dengan aturan baru tersebut setidaknya bisa membawa angin segar bagi dunia otomotif. Karena selama ini, para calon konsumen terutama untuk penjualan segmen mobil LCGC terkendala kebijakan UM minimal 30 persen.

“Dengan uang muka murah, maka mobil LCGC akan semakin terjangkau. Karena konsumen tidak lagi harus menyediakan uang muka besar,” urainya.

Kebijakan baru dari OJK tersebut, diakui lebih berdampak pada mobil jenis LCGC. Namun untuk mobil menengah ke atas diperkirakan tidak begitu signifikan pengaruhnya.

Seperti diketahui, OJK mengeluarkan regulasi UM murah sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi dan menggairahkan perekonomian nasional. Kebijakan itu adalah penurunkan besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) Perusahaan Pembiayaan dengan kisaran 5-10 persen.

Kebijakan penurunan uang muka pembiayaan itu juga digarapkan bisa meningkatkan pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor dan secara makro. Sebab di kuartal I 2015, penjualan kendaraan bermotor mengalami pertumbuhan negatif masing-masing sebesar -15,36 persen untuk penjualan mobil dan -17,27 persen untuk penjualan motor.

Sambutan positif adanya penurunan UM murah ini juga disampaikan Presiden Director PT United Motors Centre Michael Mardanus. Dengan UM murah itu, harapannya bisa menggairahkan kembali pasar mobil yang sempat stagnan di triwulan pertama 2015 ini.

“Harapan kami dengan UM murah itu bisa kembali meningkatkan minat beli masyarakat untuk memiliki mobil,” katanya. (wh)