Penumpang Kereta Api Lebaran Naik 15 Persen

 

Penumpang Kereta Api Lebaran Naik 15 Persen

Angkutan kereta api masih menjadi pilihan utama sepanjang angkutan Lebaran tahun ini. Indikatornya bisa dilihat dari prediksi awal dimana angkutan melalui kereta api (KA) mengalami kenaikan sekitar 13-15 persen secara nasional.

Lonjakan penumpang kereta api hingga H2 sampai H+3 (1 Agustus) melewati perkiraan, atau naik sekitar 18 persen dibanding tahun lalu. Catatan yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga H+3 sudah tercapai 3.436.460 penumpang atau naik sekitar 535 ribu.

Angka itu diperkirakan masih bisa bergerak naik lantaran PT KAI memerpanjang masa Angkutan Lebaran hingga tanggal 10 Agustus dari jadwal awal 5 Agustus.

Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan menyebutkan tidak ada target secara angka untuk Angkutan Lebaran tahun ini. “Prioritas kami adalah layanan berbagai kelas dan angkutan dari berbagai daerah, bukan berapa banyak penumpang yang kami layani,” ungkap Jonan, sapaannya saat dijumpai di Stasiun Gubeng, Sabtu (2/8/2014).

Perpanjangan operasi Angkutan Lebaran hingga  10 Agustus memungkinkan KAI mencatat jumlah penumpang lebih banyak. Sebab perpanjangan itu terdapat 22 perjalanan kereta yang terdiri dari 7 kereta ekonomi non subsidi dan tiga KA komersial, seperti KA Joko Tingkir, KA Menoreh, dan KA Sawunggaling Lebaran.

“Tapi tidak semua kita perpanjang. Untuk KA Kertajaya Lebaran, cukup beroperasi hingga 5 Agustus dan akan diteruskan KA yang sama untuk perjalanan reguler,” sambungnya.

Tidak tertutup kemungkinan, operasional Angkutan Lebaran tahun ini diperpanjang hingga 28 Agustus. Perpanjangan ini tidak lepas dari animo masyarakat terhadap pembelian tiket KA masih berlangsung.

Untuk wilayah Daerah Operasi 8 sendiri jumlah penumpang sepanjang angkutan lebaran ini sudah mencapai 414.790, dengan rincian 313.336 untuk penumpang ekonomi, 54.759 penumpang kelas bisnis dan 46.704 penumpang eksekutif. (wh)