Penuhi Kebutuhan Ekspor, Jatim Kolaborasi dengan Daerah Lain

Penuhi Kebutuhan Ekspor, Jatim Kolaborasi dengan Daerah Lain

Drajat Irawan.foto:infopublik

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Drajat Irawan, menjelaskan, ada 4.000 hektar kawasan industri yang ada di Jatim. Dari angka tersebut, dibagi menjadi kawasan penghasil bahan baku, bahan, konsumsi dan bahan modal. Rinciannya, 79-81 persen kawasan bahan baku, 8-9 persen kawasan bahan konsumsi, dan 10-11 persen kawasan bahan modal.

Dari luasan itu, sekitar 82,52 persen kawasan industri agrobisnis. Dengan rincian ada 675 ribu titik agrobisnis, 18 ribu titik area industri dan 143 ribu titik industri non agrobisnis.

“Sebagian besar komoditas pertanian dapat kita hasilkan. Namun ada beberapa komoditas seperti kedelai dan bawang putih yang harus dicukupi dengan impor,” ungkap dia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, yang dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, Jumat (2/10/2020).

Terkait promosi, kata Drajat, saat ini pihaknya melakukan pendekatan digital. Beberapa meeting business pembuatan komitmen dilakukan dengan India dan Amerika.

“Tidak hanya dilakukan dengan luar negeri, kami juga memiliki komitmen dengan daerah-daerah lain di luar pulau. Contohnya, Kalimantan, Ambon dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sampai saat ini, Drajat menegaskan, bidang industri kimia, olahan pangan dan industri kecil menjadi ujung tombak pengerek perekonomian. Untuk ekspor, Malaysia, India dan Taiwan masih menjadi daerah tujuan utama. Sementara Jepang, Tiongkok dan Amerika kondisinya masih relatif stabil.

“Untuk mencukupi kebutuhan ekspor di saat pandemi ini, kita banyak melakukan kolaborasi dengan daerah-daerah lain di Indonesia,” paparnya.

Terkait bidang impor, sampai saat ini Jatim melakukan perdagangan untuk komoditas besi, mesin-mesin, plastik, gandum, sayuran dan buah-buahan,” pungkasnya. (wh)