Pentahelix Siap Berkolaborasi Memajukan Ekonomi Kreatif

Pentahelix Siap Berkolaborasi Memajukan Ekonomi Kreatif

Irvan Widyanto menghadiri acara run Rembuk Suurabaya di Koridor Siola. foto: ist

Pemerintah Kota Surabaya bersama Surabaya Creative Network (SCN) menggelar “Urun Rembuk Surabaya” di Koridor Siola, Sabtu (26/2/2022). Acara yang digelar via daring dan luring itu untuk menjaring pendapat dan masukan dari berbagai kalangan untuk bergerak bersama menyelesaikan berbagai masalah dalam memajukan ekonomi kreatif di Kota Pahlawan.

Asisten II Irvan Widyanto yang hadir dalam acara itu memastikan Pemkot Surabaya bersama jajarannya berkomitmen mendukung pemberdayaan pemuda di berbagai bidang, termasuk kewirausahaan serta industri startup di Surabaya.

Salah satu bukti komitmen itu diwujudkan dengan adanya Koridor Co-Working Space yang menjadi tempat atau kantornya para pelaku startup di Surabaya.

“Kami juga sangat terbuka dengan gagasan dan upaya kolaborasi dari masyarakat, khususnya inovasi-inovasi dari para pemuda Surabaya ini. Jadi, dari acara urun rembug ini diharapkan ada buah-buah pikiran yang tidak pada wacana lagi, tapi langsung pada eksekusi-eksekusi pemberdayaan ekonomi,” kata Irvan.

Menurut dia, saat ini pemkot sedang konsen dalam pemberdayaan ekonomi dan membangkitkan ekonomi. Makanya, banyak program yang terus digenjot untuk pemberdayaan dan membangkitkan ekonomi ini, termasuk ekonomi kreatif.

“Ke depan, kami berharap semuanya itu dikoneksikan, ketika sudah terkoneksi diharapkan ada perubahan-perubahan, baik perubahan pemberdayaannya maupun pendapatannya. Jadi, kami berharap ada kolaborasi yang baik antara pemkot dengan seluruh elemen masyarakatnya. Terutama dalam membangun Surabaya dan juga ekonomi kreatif Surabaya,” tegasnya.

Ketua SCN Hafshoh Mubarak menyampaikan, melalui acara Urun Rembug Surabaya 2022 ini, pihaknya akan membuat program dan rencana aksi tentang bagaimana bergerak bersama dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul selama ini.

“Urun rembug kali ini terdiri dari pentahelix yang lengkap, mulai dari pengusaha, pemerintah, akademisi, komunitas dan bagian lainnya,” kata Hafshoh.

Menurutnya, dalam urun rembug ini ada sekitar tujuh bidang yang akan dibahas, baik program maupun kerjasamanya. Di antaranya, komunikasi publik, riset dan edukasi, infrastruktur dan ruang kreatif.

“Nantinya, mereka akan menyampaikan berbagai masalah yang terjadi dalam ekonomi kreatif itu, lalu secara bersama-sama pula akan mencarikan solusi untuk segera diselesaikan,” tegasnya.

Ia juga memuji komitmen Pemkot Surabaya yang dinilai sangat mendukung program pengembangan ekonomi kreatif itu, seperti meminjamkan Koridor untuk menjadi tempat acara urun rembug dan dukungan lainnya. Makanya, ketika pemkot sedang konsen dalam menyelesaikan masalah MBR, pihaknya juga merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi membantunya. (wh)