Pensiun dari Bola, Park Ji Sung Pilih Ambil Magister Olahraga

Pensiun dari Bola, Park Ji Sung Pilih Ambil Magister Olahraga

Pensiun dari Bola, Park Ji Sung Pilih Ambil Magister Olahraga

Masih ingat Park Ji Sung, mantan pemain Manchester United asal Korea Selatan? Dia memang sudah lama menghilang dari ingar-bingar dunia sepakbola. Tapi kini ia muncul lagi bukan dengan seragam klub bola baru, tetapi sebagai mahasiswa di Universitas De Montfort (DMU) di Leicester, Inggris.

Pemain favorit versi suporter United itu sudah setahun ini kuliah manajemen olahraga di DMU untuk memperkuat pengetahuan sekitar lapangan bola.

Mantan pemain yang berusia 35 tahun itu sudah mempersemabahkan tujuh gelar juara selama bermain untuk “Setan Merah” antara 2005-2012. Dia kemudian berhenti dari dunia sepakbola pada 2014 karena cedera di lutut.

Kini, mantan pemain PSV Eindhoven tersebut memulai kuliahnya di kampus bergengsi itu dengan mengambil master bidang manajemen internasional, hukum, dan olahraga.

Kampus yang dikelola Swiss Centre International d’Etude du Sport (CIES), itu memang sangat terkenal dan bergengsi. Park pun mengaku sangat beruntung bisa belajar di sana.

Ada tiga level yang harus ditempuh selama belajar di Kampus DMU ini. Level pertama, para mahasiswa belajar di Leicester, kemudian mereka pindah belajar di Milan dan sesudahnya tiga bulan di Swiss.

Selama bermain di Manchester United, Park Ji Sung telah mencetak 27 gol. Bersama klub yang bermarkas di Old Trafford itu, dia meraih empat titel Premier League, Liga Champions, Piala Dunia Klub, dan tiga Piala Liga. Semuanya di bawah asuhan pelatih Alex Ferguson.

“Temanku bilang, kuliah ini sebuah pengalaman sangat berharga dan banyak pemain berpikir untuk menjadi pelatih dan manajemen. Saya pun ingin memperdalam pengetahuan sepakbola sekitar lapangan dan kemudian berharap bekerja di liga sepakbola Korea Selatan,” kata Park.

Park mengatakan, dia tidak pernah berkunjung ke Leicester sebelumnya, tetapi akhirnya bergabung dengan teman-teman lainnya berkunjung King Power Stadium pada Selasa malam untuk menyaksikan klub juara Premier League 2015/16 melawan Chelsea di Piala Liga.

“Apa yang terjadi dengan Leicester City saat ini, luar biasa dan menunjukkan bahwa sepakbola bisa membawa harapan untuk orang banyak,” katanya.

“Bermain di Liga Champions adalah pengalaman yang sangat berharga dan berharap Leicester bisa bermain di level yang tertinggi itu,” ungkap Park.

“Dalam karier saya sendiri, saya memiliki banyak pengalaman menarik, apalagi pada musim 2010/2011, ketika United memecahkan rekor meraih beberapa gelar, itu menjadi pengalaman paling menarik. Saya sangat puas dengan penampilan saya saat itu,” katanya. (dm/bst)