Penolakan e-Parking Dinilai Dishub Surabaya Prematur

 

Penolakan e-Parking Dinilai Dishub Surabaya Prematur
Kadishub Surabaya, Eddi

Wacana penolakan program kartu parkir elektronik (e-parking) oleh Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) ditanggapi Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Dishub menegaskan kalau upaya tersebut prematur.

Kepala Dishub Surabaya Eddi mpihaknya sebagai pelaksana kebijakan akan mendukung penuh program Pemkot Surabaya. “Ini program perencanaan dari Pemkot Surabaya, harusnya kita dukung. Mustinya mereka harus mendukung kenapa justru melawan terus,” ujarnya.

Menurutnya, apapun yang direncanakan Pemkot Surabaya harus ditunjang untuk menekan kebocoran retribusi parkir yang selama ini terjadi. “Mereka (PJS) hanyalah pihak ketiga. Jadi mereka tidak berhak mengintervensi pemerintah dalam pembuatan kebijakan perencanaan e-parking,” tegasnya.

Eddi juga menyangsikan jika PJS meminta berunding terkait program yang akan diberlakukan pada 2015 tersebut. “Kapasitasnya mereka (PJS) itu apa? Mereka hanya pihak ketiga. Lagi pula kami terbuka jika dilakukan perundingan untuk kebaikan. Tapi justru mereka teriak kemana-mana menolak rencana e-parking,” bebernya.

Padahal, menurut Eddi, rencana e-parking adalah program untuk kebaikan pelayanan kepada masyarakat. “Ayo kita layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Jangan ditolak mentah-mentah secara prematur seperti ini,” katanya.

Menurutnya penggunaan e-parking tersebut, selain menekan angka kebocoran retribusi parkir juga dapat memudahkan masyarakat dalam menggunakan jasa parkir. “Contoh banyak kasus di lapangan, banyak masyarakat ditarik retribusi parkir dengan nominal yang tidak semestinya,” akunya.

Dia juga merinci, dari pengamatannya selama ini, banyak juru pakir justru sering melakukan tindakan kecurangan dengan tidak memberi karcis kepada pengguna jasa parkir. “Kalau sudah seperti ini siapa yang dirugikan?” sesalnya.

Karena itu, untuk menekan kerugian negara dan masyarakat, pihaknya mengaku akan segera melakukan sosialisasi dan pembahasan program e-parking lebih lanjut. “Parkir itu sudah ada ketentuannya. Jadi harus kita patuhi bersama,” katanya. (wh)