Penjualan Unit High Rest Pakuwon Lampaui Target

 

Penjualan Unit High Rest Pakuwon Lampaui Target

Pakuwon Jati berhasil melampaui ekspektasi penjualan Tower Anderson yang mencapai 550 unit dari total 900 unit di Tower 1. Setidaknya dalam private launching  akhir pekan lalu didapat 450 unit, dan sisanya terjual pada hari pertama Pakuwon Group Padade Property Expo di Atrium Tunjungan Plaza, Rabu (29/10/2014).

Direktur Pemasaran Pakuwon Jatim Sutandi Purnomosidi mengakui catatan tersebut di luar perkiraan. Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya, penjualan unit high rest produk Pakuwon terjual dalam beberapa bulan.

Sutandi mengakui ada beberapa faktor yang menyebabkan antusiasme masyarakat Surabaya berbelanja unit high rest. “Kondisi ekonomi saat ini paling tepat untuk investasi, sebagai antisipasi jelang dicabutnya subsidi BBM,” katanya.

Dia menbambahkan, setelah subsidi BBM dicabut atau mengalami kenaikan dikisaran 46 persen, membawa dampak terhadap pembelian properti. Dimana harga material bangunan, tenaga kerja, dan lahan semakin mahal. Demikian juga dengan kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, turut berpengaruh terhadap harga properti baik landed (perumahan) maupun high rest.

“Tentu ini catatan prestasi kami, dan belum pernah kami mampu menjual 50 persen dalam kurun kurang dari satu bulan. Dan kami optimistis pasar akan merespon dalam satu tahun kedepan,” lanjutnya. Hanya saja Sutandi tidak menyebut optimisme target penjualan Tower Anderson ini.

Tower Anderson memiliki kelebihan dan keunikan dibanding produk sebelumnya. Dimana tower ini dibangun di atas Super Mall dan terhubung dengan Super Mall, PTC dan Surabaya Design Center (dulunya bernama city walk).

Pakuwon sendiri menjual perunitnya mulai dari Rp 580 juta hingga Rp 1,2 miliar. Tower Anderson mulai dikerjakan mulai tahun depan dan diperkirakan dalam tiga tahun sudah tuntas.

Sutandi menegaskan saat ini belum menggandeng pihak bank untuk pengajuan KPA, tetapi pihak bank masuk setelah topping off.

Sepanjang pameran berlangsung, Pakuwon menargetkan bisa mendapatkan transaksi mencapai Rp 250 miliar. Sementara laporan penjualan Pakuwon untuk semua unit hingga September 2014 tercapai Rp 2 triliun dari target Rp 3 triliun.

“Target tersebut kurang lebih sama dengan tahun lalu, dan kita optimistis bisa mencapainya,” tegasnya. (wh)