Penjualan Seragam Sekolah Kalahkan Busana Muslim

Penjualan Seragam Sekolah Kalahkan Busana Muslim
Pedagang busana muslim pasar tradisional di Surabaya yang omzetnya menurun jelang Lebaran. Arta wiraraja/enciety.co

Seiring datangnya tahun ajaran baru 2015, omzet penjualan seragam sekolah di berbagai pasar di Surabaya naik hingga 25 persen. Sementara pendapatan pedagang busana muslim mengalami penurunan hingga 30 persen.

Nur Qomairah (58), pedagang seragam sekolah di Pasar Wonokromo Surabaya mengaku dirinya mendapatkan keuntungan di atas rata-rata dibanding hari biasa. Ia menuturkan pada hari biasa dirinya dapat mengantongi pemasukan rata-rata Rp 750 ribu.

“Masuk bulan puasa kami bisa mengantongi rata-rata pemasukan sebesar Rp 1 juta, angka tersebut kami dapat dari penjualan dalam jumlah eceran,” terang dia kepada enciety.co, di Pasar Wonokromo, Surabaya, Kamis (2/7/2015).

Ami, sapaan akrabnya, mengatakan pemasukan dari penjualan dalam jumlah partai juga meningkat selama Ramadan. Dirinya menjelaskan dapat menjual empat sampai lima paket dalam satu paket besar berisi sekitar 100 pasang baju seragam sekolah.

“Kebanyakan pemesannya dari luar daerah, seperti, Bangkalan, Sampang dan Gersik. Untuk pemasukan dari penjualan partai kami dapat mengantongi tiga sampai empat juta rupiah,” papar dia.

Kata dia, tahun ini memang jadwal masuk tahun ajaran baru 2015 berbarengan dengan datangnya Lebaran. “Mungkin tingginya omzet penjualan baju seragam sekolah dikarenakan masyarakat lebih memilih membeli baju seragam sekolah ketimbang baju baru Lebaran,” ungkap dia, lalu tertawa.

Hal senada diakui Sutadji (35), pedagang busana muslim yang juga berjualan seragam sekolah di Pasar Tambakrejo, Surabaya. Menurut dia, jika dibandingkan rata-rata jumlah pembelian antara busana muslim dengan baju seragam sekolah mencapai empat banding satu.

“Jika ada lima orang pelanggan yang datang, empat di antaranya akan mencari seragam sekolah, satu sisanya akan menanyakan busana muslim,” papar dia.

Sutadji mengaku, dalam dua minggu kedepan dirinya akan menambah pesediaan barang dagangannya berupa baju seragam sekolah dan bukan busana muslim.

“Saya sudah memesan tambahan persediaan barang berupa baju sekolah untuk anak-anak,” ujar dia. (wh)