Penjualan Semen Sepanjang 2015 Tercatat 61 Juta Ton

Penjualan Semen Sepanjang 2015 Tercatat 61 Juta Ton
foto: blogspot

Penjualan semen sepanjang 2015 mencapai 61 juta ton, naik 1,8 persen dibanding tahun sebelumnya 59,90 juta ton. Kenaikan ini terjadi seiring mulai bergulirnya proyek-proyek infrastruktur pada semester II-2015. “Penjualan semen pada 2015 bisa ditutup positif dengan kenaikan 1,8 persen, meski pada semester I kemarin sempat turun 1,5 persen akibat adanya keterlambatan pembangunan infrastruktur,” kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso.

Widodo mengungkapkan, realisasi kenaikan penjualan 2015 terbilang rendah, karena tidak mampu mengimbangi pertumbuhan kapasitas pabrik semen yang meningkat tajam pada tahun lalu. Rendahnya permintaan semen tersebut akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi para produser semen.

Pasalnya, kata Widodo, kapasitas pabrik semen nasional meningkat sangat tajam hingga 16 juta ton pada 2015-2016 yang sayangnya tidak diikuti lonjakan permintaan semen di dalam negeri. Hal tersebut semakin diperparah dengan adanya ancaman impor semen dari negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Taiwan. “Perlu perhatian pemerintah dalam mengeluarkan izin-izin investor semen di Indonesia. Kasihan para investor terdahulu, karena mereka bisa menderita akibat pabrik yang dibangun susah payah dengan biaya tinggi tersebut, utilisasinya tidak bisa tercapai optimal karena adanya over supply yang sangat tinggi di dalam negeri,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, investor-investor eksisting memang akan berusaha melakukan peningkatan ekspor untuk menyiasati kondisi di dalam negeri. Meski demikian, hal tersebut akan sulit dilakukan mengingat permintaan semen di pasar global juga tengah menurun akibat resesi dunia. Di lain pihak,  China mengalami over supply yang sangat besar, sehingga mereka berusaha melempar produknya ke Asia dan Afrika .

Widodo memprediksi, permintaan semen pada tahun ini akan naik melebihi 2015. Dia optimistis, pertumbuhan semen 2016 bakal mencapai 4-6 persen. “Bila kebutuhan semen untuk infrastruktur pada tahun ini naik 20 persen sesuai anggaran pemerintah di angka lebih dari Rp 300 triliun, permintaan semen akan naik 4-6 persen karena komposisi infrastruktur sekitar 25 persen dari total permintaan semen nasional,” jelas Widodo.

Dia melanjutkan, 75 persen dari total permintaan semen, dikontribusi dari perumahan , apartemen, hotel, perkantoran, fasilitas pariwisata, dan lainnya. Jika porsi ini bisa tetap seperti tahun lalu, target pertumbuhan 4-6 persen bisa tercapai.

Kata Widodo, akan ada 7 pabrik baru yang beroperasi pada 2015-2016 dengan total kapasitas sekitar 16 juta ton per tahun. Pabrik-pabrik tersebut adalah Semen Holcim, Semen Garuda, Conch Semen, Semen Tiga Roda, Semen Merah Putih, Semen Jawa, Semen Bima dan Semen Bosowa Maros . (bst)