Penjualan Mobil Alami Penurunan

Tahun Depan, Penjualan Mobil Diprediksi Stagnan

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman M Rusdi mengatakan bahwa penjualan mobil pada 2015 lebih rendah dibandingkan sebelumnya di periode yang sama. Melihat fakta tersebut, tahun ini Gaikindo menyesuaikan target penjualan, yaitu lebih rendah daripada tahun lalu.

“Kami juga melaporkan kepada wakil presiden (wapres) mengenai industri kendaraan bermotor sampai saat ini. Kami laporkan, periode yang sama tahun lalu sampai saat ini ada penurunan ‎untuk penjualan whole sale (dari produsen ke distributor) 16,6 persen. Sedangkan, untuk penjualan retail sale (dari distributor ke konsumen) turun 13,7 persen,” jelas Sudirman usai bertemu Wapres, Jusuf Kalla (JK), Jakarta, Senin (22/6/2015).

Sudirman memaparkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki Gaikindo, penjualan mobil secara whole sale dari Januari sampai Mei 2015 sebanyak 433.000 unit. Jumlah tersebut turun 16,6 persen dari tahun sebelumnya, sebanyak 531.000 unit.

Sedangkan, penjualan mobil secara retail turun 13,7 persen dari Januari – Mei 2015 sebesar 432.000 unit, dari tahun sebelumnya 501.000 unit.

Oleh karena itu, Sudirman mengatakan, target penjualan mobil pada 2015 diturunkan dari 1,2 juta unit menjadi 1,1 juta unit. “(Penurunan) terjadi, karena menurunnya daya beli masyarakat, ekspor komoditi menurun. Jadi di beberapa daerah, ekonomi melambat, sehingga daya beli jadi faktor utama,” ungkapnya.

Kemudian, Sudirman mengatakan bahwa pembelian mobil melalui kredit meningkat, yaitu mencapai 80 – 83 persen. Hal ini menguatkan fakta tentang turunnya penjualan kendaraan roda empat. (bst)