Penjualan Lesu, Semen Indonesia Bidik Ekspor

 

Hingga Juli, Penjualan Semen Indonesia Tembus 14,42 Juta Ton

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menargetkan ekspor tahun ini sebanyak satu juta hingga dua juta ton. Angka ini meningkat 233 persen sampai 566 persen dari ekspor perseroan tahun lalu sebanyak 300 ribu ton.

Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan, meskipun jumlah semen ekspor perseroan meningkat signifikan, tetapi negara tujuan ekspor tidak ada tambahan. Perseroan mengirimkan produksi semennya ke Srilanka, Bangladesh, dan Timur Tengah. “Untuk Singapura dan Filipina dikirim oleh Thang Long Cement Vietnam, anak usaha perseroan di Vietnam,” jelas Ahyanizzaman di Jakarta. Menurut dia, Filipina merupakan salah satu pasar semen yang tengah berkembang. Demand domestik Filipina saat ini sudah bertumbuh 40 persen dari tahun lalu.

Selain Filipina, negara yang permintaan terhadap semennya meningkat cukup besar adalah Australia. Ahyanizzman menjelaskan, Australia saat ini sedang memulai clean industry. “Jadi mereka lebih memilih untuk mengimpor semen,” katanya. Saat ini  Semen Indonesia tengah menjajaki tender menyuplai semen ke Australia.

Keputusan Semen Indonesia untuk mendongkrak penjualan ekspor semennya karena turunnya permintaan semen domestik. Sepanjang semester I – 2015, permintaan semen dalam negeri turun 4 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dalam skenario terbaik, Semen Indonesia memperkirakan permintaan domestik tahun ini akan tumbuh 1- 2 persen. Dengan proyeksi tersebut, maka permintaan domestik pada semester II – 2015 harus tumbuh sebesar 5- 6 persen. (ram)