Penjualan Kamera Digital Terancam Smartphone

Penjualan Kamera Digital Terancam Smartphone

 

Sulit dipungkiri bahwa smartphone dengan fitur kamera canggih dengan harga terjangkau mempengaruhi penjualan kamera digital. Riset dari Andreas Rompis, IM Business Vice President di acara workshop Samsung NX30 di Bali, Selasa (18/2/2014) membuktikan itu.

Kemerosotan penjualan kamera digital dari 2010-2012, salah satunya dipengaruhi oleh kehadiran smartphone dengan kamera mutakhir. Namun, di saat pamor kamera digital mulai turun, Samsung mengklaim dengan munculnya kamera mirrorless, maka permintaan mulai naik signifikan dari 2012 hingga 2013.

“Samsung lakukan inovasi, smartlife terjadi konvergensi berbagai macam elektronik. Satu gadget akan bisa di-link ke gadget lainnya. Ini memudahkan seluruh aktivitas,” kata Andreas, menjelaskan keunggulan teknologi Samsung.

Ia mengakui bahwa kamera digital kontribusinya terhadap perusahaan tidak sebesar smartphone. “Kehadiran smartphone, ancaman buat kompak kamera, trennya menurun,” tambahnya.

Perusahaan asal Korea Selatan ini mengincar penggemar foto-foto dengan teknologi kamera pintar, di mana pengguna non-profesional juga bisa mendapatkan tangkapan gambar terbaik. “Ini fitur simplifikasi dengan kualitas gambar terbaik yang menarik buat orang,” tuturnya.

Gregory Augusta, Product Marketing Digital Imaging PT Samsung Electronics Indonesia mengatakan, kecanggihan kamera mirrorless NX30 salah satunya ialah fitur Baby Monitor. Kamera dilengkapi sensor suara bisa memberikan informasi kepada orangtua saat bayinya sedang menangis. Teknologi ini lebih mirip dengan kamera untuk fungsi pengawasan.

Selain itu, perusahaan juga telah menyediakan hingga 13 lini produk lensa mulai dari model 10mm-520mm. Ada juga lensa premium yang diluncurkan tahun ini dengan model 1650mm. (bh/berbagai sumber)