Pengusaha Logistik Keluhkan Tarif Pelabuhan Tanjung Priok

Pengusaha Logistik Keluhkan Tarif Pelabuhan Tanjung PriokPengusaha logistik pelabuhan menolak penetapan kenaikan tarif di Pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pelindo II. Kenaikan ini dinilai tidak sejalan dengan pertumbuhan volume keluar masuk kontainer pada pelabuhan tersebut.

President Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, seharusnya Pelindo II menurunkan tarif pelabuhan, bukan malah menaikkannya.

“Setiap kontainer keluar masuk pelabuhan kena charge dalam dolar AS. Padahal kalau volumenya Tanjung Priok naik, seharusnya biaya itu berkurang kan. Ini kok ini malah naik,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/1/2014).

Alasan Pelindo menaikan tarif pelabuhan ini karena BUMN tersebut ingin melakukan investasi alat baru. Namun jika ingin investasi alat baru harusnya lebih efisien, sehingga beban biaya bisa turun.

Zaldy menegaskan, yang diinginkan oleh pengusaha logistik saat ini adalah penurunan tarif serendah-rendahnya, sebab jika dilihat secara troughput, terjadi penambahan tiap tahun mencapai 10 persen sehingga seharusnya dengan jumlah kontainer yang masuk ke pelabuhan mengalami kenaikan maka biayanya turun.

Dia meminta Kementerian BUMN sebagai induk dari perusahaan BUMN ini untuk mengambil tindakan agar pengusaha logistik ini tidak terus terbebani dengan kenaikan tarif.

“Itulah yang harusnya jadi perhatian Meneg BUMN, bagaimana fasilitas logistik ini apakah di pelabuhan atau bandara itu biayanya turun, kalau biayanya turun, eksportir atau jasa itu akan dapat keuntungan yang lebih banyak,” tandasnya. (lp6/bh)