Pengunjung Geekfest 2017 Tembus 15 Ribu Orang

Pengunjung Geekfest 2017 Tembus 15 Ribu Orang

Antuasiasme warga Surabaya terhadap Geekfest 2017 menunjukkan impresi positif. Diheat pada 20 dan 21 Mei di Gedung Siola, Geekfest 2017 yang mengkolaborasikan berbagai bidang dengan teknologi sukses menjaring 15.000 pengunjung selama dua hari.

Pengunjung yang datang antusias menyaksikan 16 experimental booth hasil karya dari berbagai kolaborator yang melakukan kolaborasi di Geekfest. Salah satu booth yang berhasil menarik perhatian adalah kolaborasi Picmix, aplikasi edit foto asli Indonesia yang sudah diunduh 100 juta kali di seluruh dunia, bersama Kratoon, perusahaan animasi Indonesia yang membuat photo booth unik. Peserta dapat berfoto dengan berbagai pilihan animasi yang kemudian bisa dicetak dengan konsep foto tiga dimensi.

Booth lain yang tak kalah seru adalah hasil kolaborasi aplikasi psikologi, Riliv dengan studio game Surabaya, Joyleap. Di booth ini ada permainan yang menunjukkan kepribadian pemain dengan membangun sebuah rumah serta konsultasi psikologi langsung psikolog secara gratis.

Satu lagi booth yang seru adalah ARTX persembahan dari perusahaan augmented reality, AR&Co yang menghadirkan berbagai game berbasis augmented reality seperti AR Interactive Game, permainan yang menantang seberapa banyak mengumpulkan logo geekfest pada layar interaktif AR. Dan juga Neuro Experience adalah game balapan mobil yang dapat bergerak dengan menggunakan gelombang otak.

Dan atraksi yang paling dinantikan selama pelaksaan Geekfest adalah video mapping hasil karya LZY Visualworks perusahaan video mapping dan hologram box asal Surabaya.

Dalam video mapping ini, Gedung Siola di sisi barat dibah layaknya layar bioskop. Film delapan menit yang disajikan selama delapan menit ini menyuguhkan diorama sejarah Kota Pahlawan.

Tidak hanya tentang hiburan, Geekfest 2017 juga menghadirkan kegiatan seminar yang mengundang jajaran pembicara berkompeten dalam bidangnya seperti wali kota Surabaya Tri Rismaharini, CEO Layaria Dennis Adhiswara, Vidi Aldiano, komikus kenamaan Sweta Kartika, CEO AR&Co Peter Shearer, dan masih banyak lagi.

Dengan serangkaian aktivitas di atas, tak pelak ribuan pengunjung yang semulanya diprediksi akan menjaring artis dan kreator lokal, Geekfest 2017 turut dibanjiri oleh berbagai lapisan masyarakat yang sangat beragam. Dari anak kecil, remaja, hingga bapak-bapak dan ibu-ibu paruh baya.

“Saya ke Geekfest karena anak saya ingin melihat balapan drone. Lalu karena penasaran, saya masuk ke dalam, dan ternyata ada Ibu Risma. Akhirnya ikutan keliling booth,” kata seorang pengunjung.

Kesuksesan Geekfest ini diharapkan dapat menstimulus kota lain untuk membangkitkan semangat kolaborasi berbasis ekonomi kreatif. Ke depannya, Geekfest tidak hanya hadir di Surabaya saja, melainkan kota lainnya di seluruh Indonesia.

“Melihat antusiasme yang luar biasa, semoga  Geekfest dapat hadir lagi di Surabaya dengan kolaborasi yang lebih mumpuni lagi. Tapi harapan saya, Geekfest juga bisa datang ke kota lainnya di luar Jawa. Tujuannya jelas, agar gairah kolaborasi anak muda Indonesia bisa terus tumbuh,” tutur Project Manager Geekfest Surabaya, Budi Tandiono.