Penguatan Harga Minyak Tak Bakal Bertahan Lama

Penguatan Harga Minyak Tak Bakal Bertahan Lama
foto: prosureacquisitions

Harga minyak menunjukkan penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Kenadti begitu, sejumlah analis mengatakan, saat ini belum waktunya merayakan penguatan harga minyak tersebut.

Selama beberapa bulan terakhir, harga minyak dunia dah meningkat hampir setiap pekan sejak pertengahan Maret. Harga minyak mentah jenis Brent naik hingga hampir 25 persen sejak 16 Maret dengan minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) yang melompat hingga 35 persen pada kurun waktu yang sama.

Melansir laman CNBC, Jumat (8/5/2015), saat ini Brent tertahan di level hampir USD 68 per barel dengan WTI naik ke level mendekati USD 60 per barel. Tapi beberapa analis mengatakan, pemulihan harga minyak tak akan bertahan lama.

“Kami tak merasa harga minyak telah bebas dari jeratan saat pasar minyak membaik,” ujar analis Barclays Miswin Mahesh.

Dia lalu memaparkan, ada beberapa faktor yang telah membaik seperti permintaan dan menurunnya pasokan. Tapi soal penurunan pasokan yang sesuai untuk penyeimbangan pasar, maka harga minyak belum sampai ke level tersebut.

Bahkan Mahesh mengatakan, peningkatan secara perlahan justru dapat mendorong lonjakan pasokan yang lebih besar.

“Semakin tinggi harga minyak, maka semakin cepat produksi dilakukan. Kita akan melihat para produsen mempertahankan ambisinya untuk tidak memangkas produksi,” jelasnya.

Sementara analis komoditas global Matt Smith menerangkan, terdapat 5.000 sumur di Amerika Serikat yang sudah dibor tapi belum rampung. Jika harga minyak meningkat perlahan seperti ini dan memberikan insentif pada produsen, ratusan ribu barel minyak akan kembali ke pasar.

Artinya, kondisi di pasar minyak kembali tak seimbang karena datangnya pasokan yang besar.

“Jika Anda melihat adanya penurunan produksi dalam 17 pekan terakhir, lalu Anda mengambil kesimpulan bahwa pasar mulai seimbang, makan Anda keliru,” tutur Smith.

Menurutnya, saat ini, dunia masih mengalami kelebihan pasokan minyak hingga sekitar 500 ribu barel. Itulah mengapa, para produsen perlu menahan produksinya saat harga minyak mulai membaik. (lp6/wh)