Penguasa Grup, Prancis Ditunggu Nigeria

 

Penguasa Grup, Prancis Ditunggu Nigeria

Prancis menutup pertandingan fase grup  dengan kegagalan mencetak gol. Les Bleus bermain tanpa gol kontra Ekuador  di Stadion Maracana Rio de Janeiro, Kamis (26/6/2014) dinihari WIB. Meski begitu, hasil ini sudah cukup mengantar Prancis lolos ke 16 besar dengan status juara grup E.  Di babak selanjutnya, Prancis sudah ditunggu Nigeria sebagai runner up grup F pada 30 Juni mendatang.

Sementara Ekuador harus tersisih karena hanya mampu menempati urutan ketiga klasemen Grup F. Pada pertandingan lain di grup yang sama, Swiss menundukkan Honduras 3-0, dan melaju ke 16 besar sebagai runner up Grup E.

Prancis sudah memastikan diri lolos ke putaran berikutnya setelah memetik dua kemenangan atas Honduras dan Swiss pada laga sebelumnya. Tak heran jika Didier Deshamps melakukan banyak perubahan saat menghadapi Ekuador. Tak kurang dari tujuh perubahan yang dilakukan di timnya.

Dari tim yang sukses menghantam Swiss, 5-2, hanya Hugo Lloris, Mamadou Sakho, Karim Benzema, dan Blaise Matuidi yang kembali diturunkan dalam laga kali ini. Sementara di kubu Ekuador hanya satu pemain yang berbeda dari tim yang menundukkan Honduras yakni Michael Arroyo menggantikan Felipe Caicedo.

Prancis sendiri terlihat tidak ngotot dalam pertandingan kali ini. Namun mereka sempat beberapa kali membuat serangan hingga ke kotak penalti tim dari Amerika Selatan ini.

Ini berbeda dengan Ekuador yang setiap kali menguasai bola lalu berupaya secepat mungkin menusuk pertahanan Prancis. Namun serangan mereka selalu kandas.

Kehadiran kiper Alexander Dominguez juga menjadi faktor utama yang membuat Prancis tak mampu mencetak gol. Penjaga gawang klub LDU Quito berkali-kali menyelamatkan gawangnya dari ancaman lawan.

Upaya Ekuador memenangkan pertandingan makin sulit setelah pada menit ke-50, Antonio Valencia diganjar kartu merah. Pemain sayap Manchester United itu diusir wasit lantaran tackle kasar yang dilakukannya terhadap Lucas Digne.

Ekuador pun harus bermain dengan 10 pemain melewati 80 menit pertandingan yang tersisa. Unggul jumlah pemain ternyata tak membuat Prancis kemudian bisa  mencetak gol.

Berkali-kali, “Les Bleus” yang dalam laga ini memakai kostum putih-putih menggempur pertahanan Ekuador, namun gawang Dominguez tak juga berhasil mereka jebol.

Menit ke-72, Paul Pogba seharusnya bisa membawa Prancis unggul. Tanpa kawalan dia berhasil menyundul bola hasil umpan silang Moussa Sissoko, namun sundulan gelandang Juventus ini tak menemui sasaran.

Rapatnya barisan pertahanan Ekuador serta performa gemilang kiper Dominguez, benar-benar membuat Prancis kesulitan mencetak gol. Dominguez pula yang mampu menggagalkan peluang Karim Benzema. Tendangan keras mantan penyerang Lyon itu berhasil ditangkap sempurna oleh penjaga gawang berusia 26 tahun itu.

Ekuador bahkan bisa mengancam gawang Prancis. Pada menit ke-82 misalnya, Renato Ibarra berhasil menyusup ke pertahanan “Les Bleus” dan melancarkan tendangan keras. Beruntung, Hugo Lloris dengan sigap mengamankan gawangnya.

Dua menit kemudian, Dominguez kembali menunjukkan dirinya sebagai penjaga gawang yang sulit ditaklukkan. Dia berhasil mementahkan tendangan keras Benzema yang sebenarnya tak terkawal. Hal serupa juga dilakukannya ketika menggagalkan tendangan keras Loic Remy pada menit ke-86. Laga pun berakhir dengan skor imbang tanpa gol. (bst/ram)

Susunan Pemain

Ekuador (4-4-2): 22. Alexander Dominguez; 4. Juan Carlos Paredes, 3. Frickson Erazo, 2. Jorge Guagua, 10. Walter Ayovi; 16. Antonio Valencia, 14. Oswaldo Minda, 6. Christian Noboa (11. Felipe Caicedo 89), 7. Jefferson Montero (5. Renato Ibarra 62); 15. Michael Aroyo, 13. Enner Valencia.

Prancis (4-3-3): 1. Hugo Lloris; 15 Bacary Sagna, 21. Laurent Koscielny, 5. Mamadou Sakho (4. Raphael Varane 60), 17. Lucas Digne; 19. Paul Pogba, 22. Morgan Schneiderlin, 14. Blaise Matuidi (9. Olivier Giroud 66); 18. Moussa Sissoko, 10. Karim Benzema, 11. Antoine Griezmann (20. Loic Remy 78).