Pengoperasian Terminal Teluk Lamong Tunggu Izin Presiden

Pengoperasian Terminal Teluk Lamong Tunggu Izin Presiden
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (tengah) menijauk Terminal Teluk Lamong, Minggu (23/11/2014). guterres/enciety.co

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengapresiasi selesainya pembangunan Terminal Teluk Lamong milik PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) di Surabaya. Namun, Jonan mengakui pengoperasiannya harus menunggu izin dari kementerian perhubungan.

“Ini kita sudah mulai, tinggal menunggu izin operasi sementara. Sambil menunggu turunnya izin pengoperasian. Salah satunya, izin presiden yang masih direvisi,” kata Jonan saat meninjau Terminal Pelabuhan Teluk Lamong di Surabaya, Minggu (22/11/2014).

Dia lalu mengatakan, keberadaan Terminal Teluk Lamong sangat membantu kebutuhan pengembangan pelabuhan, khususnya di Tanjung Perak yang semakin padat. Begitu pula dengan jalur menuju pelabuhan internasional. Sesuai program pemerintah yang mewujudkan Tol Laut.

“Secara umum, keberadaan Teluk Lamong sudah memenuhi kebutuhan menuju terwujudnya pelabuhan bertaraf internasional,” terang Jonan yang pada hari yang sama juga bertemu Wali Kota Surabaya untuk merealisasikan proyek trem Surabaya.

Dikatakan Jonan, pembenahan berbagai keperluan tersebutmenyangkut tata kelola pelabuhan menuju satu atap. Hal itu, terangnya, nantinya bisa diterapkan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Sementara, soal masih terkendalanya pengerukan atau pendalaman Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang menjadi syarat sebagai pelabuhan internasional, atas terbentangnya pipa Codeko. Jonan menyarankan agar itu diselesaikan by to by dengan PT Pertamina.‎ Saat ini, kedalaman APBS di angka 9 LWS dan yang dibutuhkan 14 LWS.

 “Biar nanti by to by saja diselesaikan oleh PT Pelindo III dengan Pertamina, biar lebih cepat,” ujarnya. (wh)