Penggunaan Energi Baru Terbarukan Perlu Intervensi Pemerintah

Penggunaan Energi Baru Terbarukan Perlu Intervensi Pemerintah

Seminar Ketahanan Energi bertajuk “Dinamika Energi Global dan Ketahanan Energi: Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan” di UKMS, Selasa (14/3/2017)

Air, energi, dan pangan menjadi ancaman global terbesar yang dihadapi seluruh penduduk dunia saat ini. Bertambahnya penduduk juga menandakan semakin bertambahnya pengguna sumber daya air, energi, dan pangan yang menimbulkan defisit sumber daya.

Hal ini diungkapkan Purnomo Yusgiantoro, keynote speaker dalam Seminar Ketahanan Energi dengan mengangkat topik “Dinamika Energi Global dan Ketahanan Energi: Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan” di Auditorium A 301 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Selasa (14/3/2017).

Purnomo mengatakan, dunia saat ini masih sangat bergantung dengan minyak bumi, sementara cadangan minyak itu bisa habis kapan saja. Melalui dasar pemikiran inilah mantan Menteri ESDM periode 2009-2014 mengajak pemerintah serta generasi penerus bangsa melalui dunia pendidikan untuk mengembangkan potensi penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Berbicara soal ketahanan energi, berarti berbicara juga mengenai konsep ketahanan nasional dan geopolitik Indonesia. Melalui ketahanan energi, di mana Negara mampu merespons dinamika perubahan energi global dan mampu untuk menjamin ketersediaan energi dengan harga yang wajar akan menghasilkan sebuah kemandirian energi.

Kemandirian energi yang dimaksud ialah, pertama, jaminan pasokan energi seperti energi fosil yang nantinya berkembang menjadi EBT. Kedua, akses terhadap energi berdasarkan letak geografis Indonesia. Ketiga, harga keekonomian energi yang diwujudkan melalui pemberian subsidi langsung dari pemerintah misalnya seperti mensubsidi LPG 3kg, dan mensubsidi BBM jenis solar.

Keempat, bersedia memanfaatkan energi EBT yang nantinya akan dikembangkan menjadi energi pilihan terakhir, yaitu nuklir. Kelima, implementasi keempat hal tersebut untuk mewujudkan keberlanjutan perubahan energi.

Menurut UU Nomor 30/2007 tentang Energi, potensi penggunaan Energi Baru adalah berasal dari Nuklir, Hidrogen, Coal Bed Methane (CBM), Liquified Coal, dan Gasified Coal, sementara Energi Terbarukan berasal dari panas bumi, Bioenergi, tenaga surya dan hidro.