Pengguna Internet Indonesia Tembus 71,1 Juta

Pengguna Internet Indonesia Tembus 71,1 Juta

 

Dunia Internet kini menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat dunia, apalagi bagi mereka yang hidup di kota besar. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mengungkapkan, pengguna internet di Indonesia hingga akhir tahun 2013 mencapai 71,19 juta orang.

 

Jumlah ini tentu mengindikasikan pertumbuhan hingga 13 persen dibandingkan pada akhir tahun 2012 lalu yang mencapai 63 juta. Namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia, maka Sammy mengatakan kalau penetrasi internet di Indonesia sekitar 28 persen setiap tahunnya.

 

APJII menilai dengan hasil tersebut, maka langkah Indonesia untuk menyesuaikan tuntutan Millennium Development Growth (MDGs) yang juga disepakati International Telecom Union (ITU), bahwa pada tahun 2015 penduduk bumi sudah harus melek internet 50 persen belum tercapai.

 

Karena itulah Sammy menegaskan masih ada dua tahun lagi untuk mengejar ketertinggalan angka melek internet tersebut.

 

APJII akan melanjutkan kerja sama dengan BPS tahun ini, yaitu dalam hal survei penggunaan TIK sektor rumah tangga, lanjuta survei P2SKTI sektor bisnis, survei pengguna melalui internet anggota APJII, workshop ICT indeks, dan training terkait ICT dan statistik.

 

Tiga Kata

 

Pakar strategi media digital, Nukman Luthie, mengatakan, kehidupan remaja yang dekat dengan dunia digital tak bisa dihindarkan. Mereka yang lahir di dunia teknologi informasi yang semakin canggih tidak perlu proses belajar untuk eksis di media sosial. Semuanya tersedia dan bisa dipelajari dengan mudah.

 

”Pengguna terbesar sosial media adalah remaja. Apalagi sekarang, dengan ponsel murah, semua orang bisa mengakses medsos. Penawaran operator seluler yang menyediakan biaya murah internet semakin menggiurkan remaja,” kata Nukman.

 

Nukman meringkas arti medsos bagi remaja dengan tiga kata, yaitu: eksistensi, komunikasi, dan identitas diri.

 

”Mereka enggak perlu omong gue siapa, tinggal melihat di status mereka saja. Mau memamerkan karya fotonya bisa melalui Instagram, mengunggah video lewat Youtube, atau ingin suaranya didengarkan orang lain, mereka unggah di SoundCloud. Semuanya bisa dipelajari dengan mudah,” kata Nukman.(bh)