Pengerukan Alur Pelayaran Surabaya Tercapai 75 Persen

Pengerukan Alur Pelayaran Surabaya Tercapai 75 Persen

PT Pelabuhan Indonesia III mengumumkan hasil pengerukan alur pelayaran barat Surabaya (APBS) telah tercapai sekitar 75 persen. Dengan estimasi berjalan sesuai schedulle, pengerukan APBS bakal tuntas pada Maret 2015.

Kepala Humas Pelindo III, Edi Priyanto menyebutkan, pengerukan dilakukan diluar krosing pipa milik Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) atau di kilometer poin 0.0 hingga kilometer point 13.0.

“Data yang kami dapat sampai sekarang kurang lebih sudah tercapai 75 persen. Hal ini mengacu pada progres 14 November lalu sudah tercapai 70,2 persen,” jelasnya, Senin (22/12/2014).

Pengerukan yang dilakukan Pelindo III ini bagian dari revitalisasi APBS dengan biaya sebesar USD 76 juta. Pendalaman APBS ini diharapkan bisa memberi nilai tambah dan meningkatkan daya saing perekonomian di pelabuhan. Selain itu, Pelindo III ingin mendukung konsep tol laut dengan keberadaan APBS.

Program yang disusun Pelindo III berkaitan dengan revitalisasi ini adalah pendalaman hingga -13 meter hingga -14 meter low water spring (LWS) pada tahap awal. Sedangkan pada tahap kedua akan didapatkan kedalaman hingga -16 meter LWS.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah relokasi pipa milik PHE WMO yang belum tuntas. “Jadwal yang kami dapat dari PHE WMO pembongkaran pipa dilakukan bulan ini untuk pipa krosing 2 dan 18 Juni 2015 untuk krosing 1,” jelas Edi.

Dia mengakui untuk pipa di krosing 1 kedalamannya mencapai -19 meter LWS. Kedalaman tersebut diakui tidak terlalu membahayakan pelayaran, tetapi tetap harus direlokasi guna memberi keamanan lalu lintas kapal. Sedangkan pipa di krosing 2 berada di kedalaman -12 meter LWS yang memiliki risiko tinggi terhadap pelayaran.

Sementara relokasi yang dijadwalkan PHE WMO untuk pipa krosing 2 dilakukan 28 Desember dan pipa krosing 1 dilakukan pada 18 Juni 2015. “Mudah-mudahan pengerjaan pemindahan pipa sesuai schedulle, sehingga seluruh pelabuhan di Tanjung Perak memiliki nilai tambah,” tegasnya.

Pelindo III telah memiliki pelabuhan modern, Teluk Lamong dan menyiapkan satu pelabuhan di Gresik, Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE). (wh)