Pengawasan Unas SMP Lebih Longgar

 

Pengawasan Unas SMP Lebih Longgar

Pelaksanaan ujian nasional (Unas) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Mts pada 5 Mei mendatanf akan berbeda dengan Unas SMA.

“Khususnya dari segi pengawasan. Untuk Unas SMP tidak akan seketat seperti Unas SMA bahkan cenderung lebih longgar,” ungkap Menurut Ketua LPMP Jatim Salamun, Kamis (24/4/2014)

Kata dia, saat ini total personel LPMP hanya 114 orang yang diterjunkan di 38 kabupaten/ kota di Jawa Timur. Dengan jumlah tersebut, tidak memungkinkan jika satu sekolah diawasi satu orang pengawas LPMP. Namun, tiga orang LPMP akan dibagi tugas untuk berkeliling mengawasi Unas SMP di satu kabupaten/kota.

“Nantinya pengawas yang akan diterjunkan langsung ke sekolah tidak akan melibatkan dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan ini berbeda dengan Unas SMA,” tuturnya.

Menurut dia, peran PTN sebagaimana di Unas SMA yang mengawal mulai dari percetakan, distribusi naskah soal, hingga pengawasan kelas, tidak akan dilakukan di Unas SMP.

“Pengawasan sepenuhkan diserahkan kepada Dinas Pendidikan kota masing-masing dengan dibantu oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP),” paparnya.

LPMP hanya diberi wewenang untuk mengawal pendistribusian naskah dan juga berjaga di masing-masing satuan pendidikan. Namun, karena keterbatasan personel, maka kinerja yang dilakukan tidak bisa segesit PTN.

“Pengawasan kami hanya secara umum. Kami tidak bisa masuk ke ruang ujian,” tegas Salamun.

Ditegaskannya timnya nantinya tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruang kelas ujian. Mereka hanya diperbolehkan masuk kelas jika terdapat laporan khusus dari pengawas ruang ujian.

“Kami tidak diperbolehkan masuk kelas. Tapi jika ada yang mencurigakan dan ada laporan untuk masuk, kami punya wewenang untuk masuk ke ruang kelas langsung,” pungkasnya.(wh)