Pengawasan JPO di Surabaya Ditingkatkan

Pengawasan JPO di Surabaya Ditingkatkan
Tim Odong-Odong Satpol PP Surabaya melakukan pengawasan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Foto:suarasurabaya.net

Pengawasan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Surabaya ditingkatkan. Hal itu menyusul peristiwa kriminal yang marak terjadi di jembatan penyeberangan di Jakarta.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan menegaskan, dalam operasi pengamanan di JPO, Satpol PP menggunakan dua cara, yaitu cara konvensional dan memanfaatkan tekonologi CCTV.

Cara konvensional, dia lakukan dengan melakukan patroli rutin di hari-hari tertentu setiap Minggunya. Personil di bagi menyebar untuk mengunjungi jembatan yang ada sekaligus memastikan tidak ada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan memastikan tidak ada orang berjualan di jembatan.

“Kita melarang keras orang berjualan dan mengemis di jembatan layang,” ujarnya , Kamis (26/11/2015).

Cara kedua, adalah dengan memanfaatkan teknologi yaitu CCTV. Dengan dipasanganya CCTV di 10 JPO di Surabaya/ Satpol PP dan pihak kepolisian juga bisa memantau. JPO yang terpasang CCTV saat ini adalah mulai Jl Ahmad Yani sampai Jl Pahlawan.

“Dengan dua cara itulah kita lakukan pemantauan di JPO sampai sekarang alhmdulilah aman-aman saja. Sementara ini 10 JPO yang ada CCTV-nya. Sekarang masih dalam pengembangan di JPO yang lain,” katanya.

Sementara, Muhammad Fikser Kabag Humas Pemkot Surabaya mengatakan, selain CCTV, Pemkot juga memastikan jembatan penyeberangan selalu dalam keadaan bersih dan dipasangi kanopi.

“Itu adalah upaya memberikan rasa nyaman dan aman bagi pejalan kaki yang menggunakan fasilitas umum,” jelasnya.(ss/wh)