Penganugerahan IMP, Surabaya Boyong Tiga Penghargaan

Penganugerahan IMP, Surabaya Boyong Tiga Penghargaan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan dari Mendagri Tjahjo Kumolo didampingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Balai Kota Surabaya, Kamis (12/3/2015).

Surabaya berjaya dalam penganugerahan Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) 2014 Bidang Pelayanan Jasa Perkotaan di Balai Kota Surabaya, Kamis (12/3/2015). Dari tiga kategori yang diikuti Surabaya, semuanya memunculkan Kota Pahlawan sebagai jawaranya.

Tiga kategori yang berhasil diboyong Surabaya tersebut yakni bidang pengelolaan tata ruang dengan sub bidang ruang terbuka hijau (RTH), pengelolaan sanitasi dengan sub bidang pengelolaan sampah, dan pengelolaan sanitasi dengan sub bidang pengelolaan drainase.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Dalam penyerahan penghargaan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan 16 kepala daerah lain pemenang IMP 2014.

Pada perhelatan kali ini, Surabaya tercatat sebagai kota yang paling banyak meraih kategori penghargaan IMP. Hal itu sebagaimana tertuang dalam keputusan Mendagri nomor 002/4670 tahun 2014 tentang Penetapan Pemenang Penghargaan IMP. Dari situ dapat dilihat bahwa Surabaya menjadi yang terbaik di tiga kategori.

Status juara umum itulah yang menjadi salah satu dasar kuat penunjukan Surabaya sebagai tuan rumah penyerahan penghargaan IMP. Pertimbangan lainnya, karena Surabaya dinilai sarat prestasi baik nasional maupun internasional.

Sehingga, harapannya selain menerima penghargaan, daerah lain juga bisa melihat pembangunan Surabaya guna dijadikan percontohan di wilayahnya masing-masing. “Ini kali pertama pelaksanaan penyerahan penghargaan IMP diselenggarakan di luar Jakarta. Dan ke depan, memang event-event seperti ini kami arahkan lebih banyak di daerah-daerah. Bukan di ibu kota,” kata Tjahjo.

Pada kesempatan tersebut, Tjahjo juga ingin merangsang seluruh daerah untuk berinovasi. Menurut dia, inovasi tidak selalu harus megah dan besar. Cukup memulainya dengan sesuatu dengan skala kecil nan sederhana, namun berdampak bagi masyarakat. “Inovasi sekecil apa pun pasti akan memberikan kontribusi,” tambahnya. (wh)