Pengalihan Penerbangan Garuda karena Jarak Pandang Terbatas

Pengalihan Penerbangan Garuda karena Jarak Pandang Terbatas

Vice President Domestik Area 3 Garuda Indoensia Ari Suryanta membenarkan adanya pengalihan penerbangan. Hal itu disebabkan jarak pandang di Bandara Abdurahman Saleh terbatas.

“Idealnya jarak pandang itu minimal 3.000 meter, tetapi karena cuaca buruk di sekitar bandara Abdurahman Saleh pandangan hanya 500 meter. Selain itu, navigasi penerbangan di Abdurahman Saleh tidak sebaik di Juanda yang sudah memiliki standart keselamatan,” jelasnya, Senin (1/12/2014)..

Dia menegaskan, tidak ada yang spesial dari pengalihan akibat cuaca. Hal ini sering terjadi yang disebabkan faktor cuaca. “Malang paling sering terjadi divert bila cuaca buruk. Tapi kita sudah mengatasi dengan cepat,” tutupnya.

Sebagai kompensasi, pihak Garuda telah menyediakan shutle bus dari Surabaya ke Malang dan sebaliknya. Hal ini bagian dari complimentary perusahaan untuk layanan penumpang.

Manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda tidak melakukan persiapan khusus berkaitan dengan pengalihan empat pesawat Garuda Indonesia. Legal and Communication Section Head PT AP I Cabang Juanda Andrias Yustinian menegaskan pihaknya hanya menyediakan apron untuk keempat pesawat itu.

“Kita tidak ada persiapan khusus berkaitan dengan pengalihan empat pesawat Garuda rute Jakarta-Malang dan sebaliknya.,” ujar dia.

Pihak PT AP I Cabang Juanda hanya menyediakan apron untuk pesawat garuda seperti hari-hari biasanya di Terminal II.

Sekadar catatan, sejak beroperasinya Terminal II, Garuda merupakan salah airline yang memanfaatkan fasailitas tersebut. Sehingga PT AP I Juanda sudah menyiapkan apron untuk perusahaan penerbangan publik itu.

Demikian juga dengan penanganan ground handling hingga pengaturan penumpang dan kargo sudah diatur sendiri oleh pihak Garuda. “Kami hanya berkoordinasi untuk menyediakan apron dan itu sudah kita lakukan seperti hari-hari biasa,” ungkap dia.

Catatan yang diberikan PT AP I Juanda terdapat empat pesawat Garuda yang mengalami divert (pengalihan pergerakan). Pertama adalah pesawat dengan nomor GA209 rute Jakarta-Malang (dengan 110 penumpang), GA291 Malang-Jakarta (118), GA292 Jakarta-Malang (105 penumpang), dan GA293 Malang-Jakarta (73 penumpang). (wh)