Penerjun Yontaifib-1 Marinir Ramaikan Hari Nusantara 2016

Penerjun Yontaifib-1 Marinir Ramaikan Hari Nusantara 2016

Penerjuan payung dari Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir.

Sebanyak 14 penerjun prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir menyemarakkan puncak peringatan Hari Nusantara di Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Ke empat belas peterjun dibawah komando Letda Marinir Saifudin tersebut melaksanakan aksi menakjubkan diudara. Dengan formasi empat personel CRW (Cannopy Relative Work), enam personel melaksanakan terjun accuracy dan empat personel terakhir membawa banner Hari Nusantara 2016, banner BKKBN, banner TNI AL dan Bendera Merah Putih.

Ke 14 peterjun berhasil mendarat dengan selamat dan mendapat tepuk tangan yang meriah dari seluruh tamu undangan dan seluruh masyarakat NTT yang Hadir di even tersebut.

Puncak peringatan Hari Nusantara yang dibuka Presiden RI Joko Widodo yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tersebut juga dihadiri  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Arie H. Sembiring, Irjen Kemhan Marsekal Muda TNI Hadi Tjahyanto, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Pangarmatim Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto,S.H.,M.A.P serta pejabat teras TNI AL, Uskup Laratuka, Bupati Lembata dan Bupati seluruh NTT beserta jajarannya serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Pada peringatan Hari Nusantara dengan mengambil tema “Tata Kelola Potensi Maritim Nusantara yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia” tersebut dipusatkan di dermaga umum Lewoleba, kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur.

Acara yang mengusung subtema “Dari Lembata Nusa Tenggara Timur Membangun Potensi Maritim Nusantara” juga bertujuan untuk mengubah stigma Bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dari darat menjadi laut, menjadikan bidang kelautan dan pariwisata sebagai arus utama pembangunan nasional, serta mempercepat pembangunan infrastruktur daerah Nusa Tenggara Timur.

Meski sejak dari awal acara sudah diguyur hujan, tidak mengurangi antusiasme masyakat NTT khususnya masyarakat pulau Lembata untuk hadir dalam event tahunan itu. Acara dibuka dengan penampilan marching band dari SMA Don Bosco Lembata, disusul Tarian Tradisional Melayu Riau yang dibawakan oleh sanggar tari Rentak Budaya Kemialu Riau, selanjutnya persembahan dari masyarakat Lembata tari tradisional asli Lembata yaitu tarian Beku. Penampilan memukau dari tim paduan suara El Savator yang beranggotalan 500 siswa SMA se-Lembata, mendapat apresiasi dari Menko Bidang Kemaritiman.

Menko bidang kemaritiman memberikan sambutan sesuai tema perayaan hari nusantara yaitu menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur. “Pembangunan infrastruktur untuk  transportasi darat, laut dan udara di Lembata untuk kemajuan perekonomian dan pariwisata di NTT guna pemerataan kemajuan perekonomian Indonesia,” kata Luhut.

Selain aksi terjun payung, peringatan Hari Nusantara 2016 juga disemarakkan dengan parade dan sailing pass 14 KRI TNI Angkatan Laut, kapal Basarnas, kapal Perintis, Bakamla dan Polairud. (ram)