Penelitian: Otak Mengingat Berdasarkan Waktu Kejadian

Penelitian: Otak Mengingat Berdasarkan Waktu Kejadian

Otak manusia menyimpan memori tentang apa yang terjadi dan di mana dia mengalaminya. Namun memori otak ternyata menyimpan ingatan berdasarkan waktu kejadian. Penelitian dari Pusat Studi Saraf di Universitas California menunjukkan bagian otak yang dinamakan hippocampus menyimpan memori dengan mendata konteks waktu, yaitu saat sebelum dan sesudah kejadian.

“Kita tak hanya perlu mengingat tentang apa yang terjadi tapi juga kapan itu terjadi,” kata Liang-Tien Hsieh, seperti dikutip Sciencedaily, akhir pekan ini. Hsieh adalah mahasiswa dan peneliti yang terlibat dalam penelitian hippocampus dan laporannya dimuat dalam Jurnal Neuron, awal Maret lalu.

Hippocampus diyakini berperan penting dalam pembentukan ingatan. Namun belum jelas apakah hippocampus menyimpan memori yang merepresentasikan obyek tertentu atau menyusunnya dalam satu konteks.

Hsieh dan Charan Ranganath, profesor dari Departemen Psikologi dan Pusat Studi Saraf, meneliti aktivitas hippocampus yang berhubungan dengan memori tertentu. Dalam penelitiannya, mereka menunjukkan deretan gambar benda dan hewan kepada para sukarelawan untuk menguji daya ingat mereka.

Saat deretan gambar ditunjukkan dengan urutan yang sama, para sukarelawan bisa mengantisipasi gambar berikutnya dan memberikan respons cepat. Dalam pemindaian hippocampus ketika sukarelawan menjawab pertanyaan, Hsieh dan Ranganath mengidentifikasi pola aktivitas tertentu untuk setiap gambar yang diajukan.

Namun saat deretan gambar ditunjukkan dengan urutan yang acak, pola aktivitas otak ternyata berbeda. Mereka menyimpulkan pengkodean memori dalam hippocampus tergantung pada konteks dan bukan isi obyek.

“Saat gambar diacak, pola di otak menghilang. Untuk hippocampus, konteks itu ternyata sangat penting,” kata Ranganath. “Bagian otak lain menyimpan ingatan tentang benda yang terlepas dari konteksnya.” (bh)