Pendiri WhatsApp Angkat Bicara

Pendiri WhatsApp Angkat Bicara

 

Tak lama setelah dipinang Facebook seharga USD 19 miliar, WhatsApp langsung tumbang. Hal ini tentu mengagetkan, sampai-sampai membuat pendiri WhatsApp Jan Koum angkat bicara.

Koum menyebut jika masalah teknis yang mendera layanan pesan instan itu lantaran ada isu di sisi jaringan router. “Kami memohon maaf atas masalah teknis yang terjadi,” tulis Koum.

“Ini merupakan masalah teknis yang terlama dan terbesar pada tahun ini yang disebabkan oleh masalah pada jaringan router sehingga merembet ke server kami (WhatsApp-red.),” lanjutnya, seperti dilansir Reuters.

Koum pun berjanji terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membereskan masalah tersebut. Termasuk untuk memastikan tumbangnya layanan ini tak terjadi lagi.

Meski baru berumur lima tahun, WhatsApp sudah menjadi salah satu startup paling mahal. Terbukti, Facebook rela mengeluarkan dana USD 19 miliar untuk menebusnya.

Memang, tak semuanya dibayarkan dengan cash, karena ada pula yang dibayarkan dalam bentuk kepemilikan saham. Namun tetap saja, nilai transaksi 19 miliar dolar AS terbilang fantastis bagi layanan pesan instan dengan 450 juta pengguna itu.

Tumbangnya WhatsApp seakan menjadi puncak kekecewaan para pengguna pesan instan tersebut. Jadi wajar rasanya jika mereka menuding bahwa Facebook bertanggung jawab atas 2 jam gangguan yang dialami pengguna WhatsApp.

Berbagai spekulasi pun muncul, mulai dari akibat serangan oleh dedemit maya, hingga Facebook yang dituding tengah berusaha mengintegrasikan layanan WhatsApp. Tapi semuanya itu masih sebatas kabar burung.

Namun yang jelas berdasarkan timeline akun @wa_status, terlihat bahwa server WhatsApp sudah beberapa kali bermasalah, paling tidak satu kali setiap bulannya. Hal ini sudah terjadi sejak Mei 2013 lalu dan itu jauh sebelum pesan instan ini dibeli Facebook.

WhatsApp dilaporkan lumpuh pada hari Minggu (23/2/2014) pukul 02.00 WIB. Gangguan ini terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia. (bh)