Pendidikan Kini Tak Berbasis Ijazah, Tapi Ketrampilan yang Dikolaborasikan

Pendidikan Kini Tak Berbasis Ijazah, Tapi Ketrampilan yang Dikolaborasikan

Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Wajah pendidikan bakal segera berubah. Yang awalnya terpaku dalam keseragaman menjadi keberagaman. Pendidikan ke depan tidak hanya didominasi angka dan ijazah. Tapi berpatok pada keterampilan yang dapat dikolaborasikan.

Hal ini disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (31/1/2020).

“Saat ini, 40 persen lebih masyarakat berada di kelas menengah ekonomi. Artinya, masyarakat sekarang telah mendapat pendidikan rata-rata di level SMP sampai SMA,” katanya.

Menurut Kresnayana, tuntutan pekerjaan hari ini lebih menantang. Banyak pekerjaan yang lebih ke arah gagasan dan ide. Itu semua membutuhkan proses pengolahan yang tidak singkat.

“Jadi proses pengolahan mulai dari ide, data. sampai dengan wisdom itu juga tidak mudah. Prosesnya itu juga harus detail,” papar pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia tersebut.

Keterampilan personal, sambung Kresnayana, tidak lagi menjadi hal yang penting di dunia kerja mendatang. Artinya, kemampuan dominan personal tidak dibutuhkan dunia kerja. Revolusi Industri 4.0 merupakan faktor utama terjadinya rombakan dalam dunia pekerjaan.

“Artinya, yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi. Keterampilan kolabarasi personal dengan kelompok. Intinya, saat ini semua orang punya keahlian. Yang membedakan bagaimana bagaimana cara kita menggunakan keahlian itu dalam kerja berkelompok,” ujar Kresnayana.

Dalam revolusi industri 4.0 ini, tegasnya, banyak pekerjaan manusia yang bakal digantikan peralatan dan sistem. Banyak pekerjaan yang dulunya merupakan jenis pekerjaan teknis, kini berubah menjadi pekerjaan analisis.

“Mau terbuka dan mau belajar menjadi kata kunci. Keterampilan memutuskan sesuatu, keterampilan menganalisis, dan lain sebagainya inilah yang dibutuhkan oleh Revolusi Industri 4.0,” tegas Kresnayana. (wh)