Pendidikan dan Kesenjangan Digital

Pendidikan dan Kesenjangan Digital

Pendidikan dan Kesenjangan Digital
Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dan Dosen Statistik ITS Surabaya

 

Pendidikan nasional yang digelorakan di Tanah Air harus sejalan dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Itu merupakan keniscayaan zaman. Filsafat berpikir belajar harus jadi pondasi bagi masyarakat. Seorang motivator harus bisa berdiri di belakang, dan bila ingin jadi panutan harus berada di depan.

Dewasa ini, pendidikan tidak menyempit kepada sekolah atau lembaga pengajaran. Pendidikan tidak hanya belajar di kelas. Kini, untuk memperoleh ilmu dengan belajar tidak perlu lagi bertatap muka. Cukup dengan kecanggihan teknologi seperti gadget. ‪

Saat ini, kita berada di era informasi sekali sentuh. Semua informasi bisa diakses secara digital. Kita tak harus berubah untuk mengikuti, tapi beradaptasi dengan mempelajarinya.

Perkembangan teknologi di negara maju sangatlah besar. Di Indonesia, kendati pengguna internetnya cukup besar, tapi masih mengalami kesenjangan digital. Bila ingin mengetahui perkembangan ilmu dan teknologi, maka fokuskan kepada hal-hal yang positif. Karena teknologi sangat menolong manusia dan memanusiakan manusia.

Janganlah berpandangan yang sempit terhadap keberadaan digital, seperti pemakaian gadget yang membantu murid mempelajari ilmu pengetahuan. Yang harus diimbangi adalah dari sisi user atau manusianya. Karena teknologi hanya sebagai jalan dan manusia yang harus memegang kendali. Kecanggihan teknologi tidak harus membuat seseorang jadi dan bertambah malas. Malah sebaliknya, harus lebih berkreasi dan bersemangat.

Pendidikan jangan diartikan hanya bagi anak-anak yang berseragam sekolah. Ini karena setiap manusia hidup harus belajar. Manfaatkan teknologi sebagai pembelajaran. Mobile learning di kalangan pendidik atau guru pengajar sangat atraktif dan bisa dipakai untuk mengajarkan ke siswanya. Di YouTube misalnya, banyak pangajaran yang bagus dan bisa diajarkan secara sederhana kepada anak-anak.

Multimedia dapat merangkum pendidikan dan sumber segala ilmu. Ada proses pendalaman pembelajaran agar para anak-anak dapat mengetahui pelajaran. Jadikan anak-anak untuk belajar dan hal tersebut membutuhkan suatu proses, dan ukuran keberhasilannya adalah tindakan yang benar. Apapun itu, multimedia yang dipakai seorang guru di kelas, ilmu yang diajarkan harus dapat dipahami oleh murid-muridnya.

Tidak hanya di bidang pendidikan, penggunaan teknologi di bidang bisnis juga sangat diperlukan. Setiap jam, bisnis dan pasar terus berubah dan seorang pebisnis harus mengetahuinya agar dapat meningkatkan transaksi.

Yang musti dicatat, penggunaan teknologi harus juga diimbangi kesadaran individu itu sendiri. Jangan sampai sosialisasi kepada tetangga atau masyarakat lain akan hilang akibat lebih asyik main gadget atau terlalu silau dengan kecanggihan teknologi. (wh)