Pendapatan Merosot, GoPro  Pangkas  7  Persen Karyawan

gopro

Perusahaan kamera GoPro akan memangkas jumlah karyawannya sekira tujuh persen. Hal ini karena buruknya pendapatan pada kuartal terakhir tahun lalu. “Pendapatan kuartal keempat mencerminkan lebih rendah dari antisipasi penjualan,” kata perusahaan itu, dilansir dari Forbes, Jumat (15/1/2016). Padahal, sebelumnya, Analis memperkirakan penjualan sekitar USD512 juta. Namun, pada kenyataannya penjualan justru jauh lebih rendah dari angka tersebut yaitu sekira USD435 juta.

Sekadar informasi, indeks Nasdaq memberhentikan GoPro dari perdagangan untuk mengantisipasi aksi jual besar-besaran yang bisa terjadi menyusul pengumuman perusahaan. Saham perusahaan berakhir pada perdagangan hari Rabu di USD14,61 per saham dan turun hampir 70 persen dalam 12 bulan terakhir.

Akhirnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak terelakkan lagi untuk menutupi kerugian pada 2015 bagi perusahaan yang dipimpin oleh Nick Woodman. Pasalnya, Nick sepertinya kesulitan membuktikan kepada investor bahwa pihaknya mampu berinovasi.

Hal itu terbukti dari penurunan harga kamera terbarunya Hero4. GoPro mengatakan bahwa pendapatan pada kuartal keempat, yang biasanya terkuat karena musim liburan, terkena pengurangan USD21 juta karena repricing session baru-baru ini dari USD399 sampai USD199.

Juru bicara  perusahaan Jeff Brown mengatakan, pemotongan staf adalah keputusan yang sulit dan emosional, tapi itu hal yang benar untuk dilakukan mengingat kondisi perusahaan saat ini.

Sementara itu, karyawan sudah diberitahu mengenai aksi PHK ini melalui email. Dalam email itu, pendiri GoPro Woodman, mengatakan tidak ada rencana lebih lanjut untuk mengurangi jumlah pegawai di atas tujuh persen. Dengan staf saat ini sekira 1.500 orang, GoPro akan memberhentikan lebih dari 100 orang. “Sejak IPO kami telah mempekerjakan lebih dari 1.000 orang untuk membantu kami mengembangkan bisnis inti kami dan memanfaatkan peluang bisnis baru,” tulis Woodman. “Kami menetapkan bahwa kita perlu untuk mengalokasikan sumber daya dari headcount yang ada untuk berinvetasi kembali lebih agresif di daerah tertentu dari bisnis kami, yaitu software, hardware dan media pengembangan bersama dengan memperluas inisiatif pemasaran global.”

GoPro juga mengumumkan bahwa Zander Lurie, yang dipekerjakan November lalu sebagai wakil presiden senior dari GoPro entertainment, akan mengakhiri perannya sehari-hari di perusahaan, tetapi nantinya bergabung bersama dewan perusahaan.(bst)