Pendapatan Bea dan Cukai Tanjung Perak Tak Capai Target

 

Pendapatan Bea dan Cukai Tanjung Perak Tak Capai Target

Realisasi pemerimaan pendapatan di Tanjung Perak tahun ini diperkirakan tidak sesuai target. Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan pendapatan negara seperti ekspor produk minerba (mineral dan batubara), naiknya produk bahan baku rokok, dan melemahnya nilai kurs rupiah terhadap mata uang asing.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak Syarif Hidayat mengakui dampak tiga item tersebut menyebabkan terjadinya pelambatan penerimaan sektor pajak. Tetapi Bea dan Cukai Tanjung Perak optimistis tahun ini masih bisa mengejar target, meski tidak gampang untuk mewujudkan.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelambatan. Selain faktor ekspor produk minerba, pelemahan rupiah, dan naiknya produk bahan baku rokok, juga pengaruhi bebas ekspor CPO dan sentimen politik dalam negeri,” ungkap Syarif.

Dia menyebut realisasi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3,85 triliun. Namun hingga September 2014, realisasi yang didapat Bea dan Cukai Tanjung Perak baru berkisar Rp 2,48 triliun bea masuk.

Beberapa pelambatan penerimaan pajak adalah impor produk rokok, seperti tembakau. Faktornya Peraturan Menteri Kesehatan tentang pemasangan gambar menyeramkan pada bungkus rokok. Hal ini berdampak pada produk turunan, seperti rokok yang mengalami penurunan produksi, dan dampaknya adalah penurunan penerimaan cukai rokok dan tembakau.

“Tahun ini cukai dari produk bahan rokok memberi kontribusi sekitar 12 persen atau setara dengan Rp 250 miliar. Untuk sektor yang lain, saya belum begitu hafal angkanya,” lanjut pria asal kelahiran Bandung, Jawa Barat itu.

Secara realisasi pendapatan hingga kuartal ketiga masih belum stabil. Hal ini disebabkan pendapatan rata-rata perbulannya hanya tercapai 87 persen dari realisasi target pendapatan negara. Meski peluang mengejar cukup berat, Bea dan Cukai optimistis tahun ini realisasi penerimaan pajak bisa tercapai.

Sejauh ini, Bea dan Cukai Tanjung Perak belum mengumumkan proyeksi penerimaan tahun 2015. “Itu akan kita sampaikan setelah adanya koordinasi dengan Dirjen Pajak. Saat ini kita tengah fokus mengejar realisasi pendapatan pajak tahun ini,” pungkasnya. (wh)