Pendampingan Nutrition Fact Produk UKM di SETC

Pendampingan Nutrition Fact Produk UKM di SETC

Pelaku usaha Surabaya di di Sampoerna Entrepreneurship Training Center.foto: arya wiraraja/enciety.co

Puluhan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda mengkuti Pendampingan Nutrition Fact Produk UKM di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/5/2019).

Dalam acara itu, Prof Dr Teti Estiasih, pakar ilmu dan teknologi pangan Universitas Brawijaya, mengungkapkan pengembangan mutu pangan mulai dari pentingnya mutu pangan atau standarisasi proses dan bahan sampai dengan pelabelan produk. Komposisi bahan harus sesuai dengan data yang tercantum di label.

“Ada lima poin penting dalam membuat label. Yakni, protein, lemak, natrium, kalori dan karbohidrat. Lima poin ini wajib ada. Karena, dengan adanya lima poin ini menandakan jika produk kuliner layak dikonsumsi,” tegas dia.

Kata dia, pentingnya kualitas produk dan keamanan pangan pada produk pangan yang bermutu ditandai dua poin, aman dan layak dikonsumsi serta memberikan nilai tambah atau bermanfaat.

“Produk bermutu harus memenuhi poin aman dan menarik. Aman itu maksudnya bebas kimia, fisika, biologis-mikrobiologis dan kepercayaan serta halal. Bahan makanan yang aman tidak terkontaminasi racun. Asal racun berasal dari bahan makanan, pengolahan yang tidak tepat atau kemasannya yang kurang tepat,” papar dia.

Menurut Tety, tercemarnya produk makanan kebanyakan terjadi karena kontaminasi silang. Contohnya tahu, produknya cepat basi karena pengolahannya yang tidak bersih sehingga tahu tercemar. “Jika dibuat dengan proses yang dijaga dan bersih, produk ini tahan lama,” tandasnya.

Secara garis besar ada tiga aspek yang mempengaruhi kualitas produk pangan. Pertama, halal secara syariah. Kedua, memiliki standardisasi dalam hal kemasan. Ketiga, punya label dagang.

Pendampingan Nutrition Fact Produk UKM di SETC

Sedangkan untuk label nutrisi, ada beberapa poin penting ketika para pelaku usaha membuat tabel nutrisi untuk produknya. Pertama, keuntungan bagi produsen adalah menunjukkan kualitas produk. Kedua, memupuk kepercayaan konsumen. Ketiga, menjaga konsistensi kualitas produk.

“Yang terakhir sebagai sarana promosi produk. Sedangkan keuntungan untuk para konsumen dari produk kita yang paling utama adalah mereka terbantu memilih produk. Itu kuncinya,” tegas Teti.(wh)

Pendampingan Nutrition Fact Produk UKM di SETC