Pencipta Senjata AK-47 Mengaku Berdosa

Pencipta Senjata AK-47  Mengaku Berdosa

Di balik  penghargaan dan popularitas yang diterima, Mikhail Kalashnikov ternyata alami perang batin yang luar biasa. Di akhir-akhir masa hidupnya, pencipta senjata AK-47 ini ternyata dibayangi rasa bersalah dan berdosa akan senjata ciptaannya tersebut. Dia khawatir, senjata itu disalahgunakan membunuh orang-orang tak berdosa.

Rasa bersalah itu dituangkan sebuah surat   yang dikirim pada pemimpin Gereja Orthodoks Rusia, Patriach Kirill. Surat yang dibuat pada April tahun lalu, dipublikasikan surat kabar Rusia Izvestia, Senin (13/1/2014).

Surat ini dibuat hanya beberapa bulan jelang  kematiannya pada 23 Desember 2013 lalu. Kalashnikov meninggal dalam usia 94 tahun dengan status penganut  Kristen Orthodoks.   “Rasa sakit dalam jiwa saya tak tertahankan. Saya terus mencari jawaban untuk satu pertanyaan: jika senjata ciptaan saya mencabut nyawa seseorang, apakah saya berdosa atas kematian orang itu, bahkan jika orang itu adalah musuh?” ujar Kalashnikov dalam suratnya.

Surat yang diketik di atas kertas surat pribadi Kalashnikov tersebut ditandangani langsung pria yang menyebut dirinya adalah “budak” Tuhan itu.

Sekretaris pers Patriakh Kirill, Alexander Volkov, mengatakan, Gereja Ortodoks Rusia memang telah menerima surat dari Kalashnikov itu dan sudah membalasnya secara pribadi. “Gereja memiliki posisi yang pasti: saat senjata digunakan untuk membela tanah air, maka Gereja mendukung baik pembuat maupun serdadu yang menggunakan senjata itu,” ujar Volkov.

“Dia (Kalashnikov) membuat senjata itu untuk mempertahankan negara ini dari musuh, bukan untuk digunakan teroris,” tambah Volkov.

Kalashnikov, menciptakan sebuah senapan serbu yang sederhana dan terbukti tangguh saat digunakan Tentara Merah dalam Perang Dunia II. Kini, AK-47 merupakan senjata serbu yang paling banyak diproduksi di dunia secara legal maupun ilegal. Bahkan kini AK-47 menjadi salah satu senjata yang banyak digunakan kelompok pemberontak hingga teroris. Entah bagaimana perasaan Kalashnikov di alam sana melihat kenyataan ini. (ram)