Penasaran, Wisatawan ‘Serbu’ Gunung Kelud

Penasaran, Wisatawan ‘Serbu’ Gunung Kelud
Puluhan warga dengan membawa mobil dan motor mencoba masuki Gunung Kelud, Minggu (16/2/2014).

Ratusan warga berbondong-bondong kembali untuk mendatangi kawasan wisata Gunung Kelud meskipun baru Kamis (13/2) kemarin tempat tersebut mengeluarkan lahar yang panas. Kedatangan mereka ini untuk menjawab rasa penasaran yang mengira Gunung Kelud tersebut telah aman.

Yulia Rahmawati (35), warga Surabaya yang datang berombongan bersama keluarganya, mengatakan dirinya ingin melihat tempat wisata tersebut, Minggu (16/2/2014)). “Penasaran ingin tahu saja Mas. Kan di berita Gunung Kelud sudah tidak “marah lagi”,” katanya, lalu tersenyum. 

Sementara  Choirul Huda, kepala pos pengamatan Gunung Kelud ,mengatakan sebenarnya warga tidak boleh mendatangi tempat wisata tersebut karena masih berstatus awas.

“Di atas masih gelap dan berpotensi terjadinya aliran lahar dingin. Sebaiknya mereka menghindar dan tidak diperbolehkan masuk ke sini,” ujar Choirul Huda memperingatkan.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Penanganan Informatika Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo. Kata dia, banjir lahar dingin dapat terjadi sewaktu-waktu dan dapat mengancam permukiman yang berada di sekitar aliran sungai, yang dilewati lahar dingin Kelud pasca letusan Gunung Kelud.

”Lahar dingin ini ditakutkannya akan membawa pasir-pasir dan material lain yang telah dimuntahkan oleh Gunung Kelud,” tegasnya.

Adi juga meminta kepada perangkat desa maupun kecamatan agar mengimbau kepada masyarakat supaya tidak berdekatan dengan sungai apabila hujan lebat tiba.

Saat ditanyakan tentang pengungsi, Adi menjelaskan hingga hari ketiga letusan Gunung Kelud, sudah ada lebih dari 35.000 orang pengungsi yang berasal dari lima Kecamatan di Kabupaten Kediri.

“Sudah kita siapkan semuanya untuk para pengungsi. Tidak ada kendala berarti,” ujarnya.

Satkorlak sendiri telah bekerjasama dengan pemerintah daerah, TNI maupun Polri dengan membangun dapur-dapur umum di 81 titik pengungsian. (wh)