Penanganan Pandemi Covid-19 di Surabaya Dapat Jempol dari BNPB

Penanganan Pandemi Covid-19 di Surabaya Dapat Jempol dari BNPB

Pemeriksaan dan tes rapid antigen di kaki Suramadu.foto:humas pemkot surabaya

Penanganan pandemi Covid-19 di Kota Surabaya sejak awal hingga saat ini selalu menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Bahkan, ketika ada lonjakan kasus di Bangkalan, Madura, Pemkot Surabaya bergerak cepat. Berbagai inovasi dan terobosan penanganan covid-19 pun dilakukan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito akhirnya mengacungi jempol terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Kota Surabaya. Menurutnya, penanganan pandemi di Surabaya sudah baik. Terutama masalah penyekatan yang dilakukan di pintu keluar Suramadu arah Surabaya.

“Sudah baik. Top. Penanganan (Covid-19) di Surabaya,” kata Ganip sambil mengacungkan jempolnya.

Selain itu, ia juga memberikan pujian untuk penyekatan-penyekatan di Surabaya. Bagi dia, penyekatan adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk membatasi dan mengontrol mobilitas warga Surabaya.

“Penyekatan itu untuk menegakkan prokes kan. Selain itu untuk mengontrol nih. Kan yang membawa virus itu manusia, jadi mobilitas manusia harus dikontrol dan di-tracking agar bisa ditangani dengan baik,” kata Ganip.

Menanggapi apresiasi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menngucapkan terima kasih. Kata dia, hal itu merupakan pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah. Tujuannya memang untuk melindungi masyarakat dan supaya penyebaran covid-19 bisa terhenti.

“Tentu ini menjadi penyemangat baru juga bagi teman-teman dalam menangani covid-19,” kata Eri, Selasa (8/6/2021).

Menurut dia, penanganan covid-19 ini memang harus bekerja sama antara satu dengan yang lainnya. Makanya, ia pun mengusulkan kepada Gubernur Jawa Timur dan Satgas Penanganan Covid-19 di Jawa Timur membuat penyekatan dan tes rapid antigen di satu titik.

“Bu Gubernur sudah sepakat soal itu karena beliau juga ingin menunjukkan bahwa penanganan covid-19 ini harus dilakukan bersama-sama. Jadi, di satu titik itu nanti ada dari pemkot, dari Pemkab Bangkalan, dan juga TNI-Polri. Sehingga nanti akan bersama-sama melakukan tes yang dari Madura ke Surabaya dilakukan tes, dan dari Surabaya ke Madura juga dilakukan tes,” tegasnya.

Bagi dia, kebersamaan inilah yang harus dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan suatu masalah, yang mana dalam hal ini melonjaknya kasus covid-19 di Bangkalan. (wh)