Pemudik Pakai Kendaraan Pribadi Diprediksi Naik 5,8 Persen

Pemudik Pakai Kendaraan Pribadi Diprediksi Naik 5,8 Persen
Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dan Sumarsono, Kabid Angkutan Dishub & LLAJ Provinsi Jawa Timur, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (3/7/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co

Pemudik Jatim yang menggunakan kendaraan pribadi pada Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi peningkatan sebesar 5,8 persen. Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya.

“Peningkatan ini dikarenakan Lebaran tahun ini berbarengan dengan libur panjang sekolah,” ungkap Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (3/7/2015).

Menurut Kresnayana, para pemudik harus benar-benar menyiapkan diri dengan melakukan berbagai macam perencanaan. Mulai dari memutuskan untuk menggunakan transportasi massal atau pribadi.

“Kami menyarankan jika direncanakan mulai jauh-jauh hari, lebih baik memilih mudik menggunakan transportasi masal, contohnya kereta api atau bus. karena dengan menggunakan kendaraan pribadi, kita akan melakukan banyak pengorbanan, mulai dari berkorban waktu, tenaga dan uang,” terang dia.

“Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi harus bisa membagi waktu antara berkendara dengan beristirahat,” imbuh pakar statistik ITS tersebut.

Di tempat yang sama, Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Ferdiant  mengatakan, ada lima titik kemacetan di seluruh provinsi Jawa Timur yang perlu di waspadai.

“Kami menghimbau, bagi para pemudik dapat mencari jalan alternatif lain agar terhindar dari kemacetan. Kelima titik tersebut adalah, Pasar Babat dan Duduk Sampeyan di Lamongan, jalur Purwosari, Nganjuk, jalur Karanglo di Kota Batu dan Pasar Lawang di Malang,” papar dia.

Dirinya berkomitmen bahwa pihaknya akan bersiaga selama 24 jam selama masa mudik. “Kami akan siagakan seluruh anggota kepolisian daerah guna mengamankan situasi Lebaran, selain itu kami juga siagakan seluruh anggota di tiap kota seluruh provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Sumarsono, Kabid Angkutan Dinas perhubungan (Dishub) & LLAJ Provinsi Jawa Timur mengatakan, pihaknya juga akan siap selama 24 jam untuk memantau mudik pada Lebaran 2015.

“Dishub juga akan menyiagakan diri terutama di titik-titik strategis, seperti di pelabuhan, terminal, stasiun, dan di bandara se Jawa Timur,” ungkapnya.

Selain itu, jelas dia, dishub, polisi, organda dan seluruh instansi terkait telah membentuk tim gabungan guna memantau dan mengamankan jalannya ritual periodik yang disebut mudik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait dengan membentuk tim yang nantinya akan mulai turun mendekati hari H Lebaran,” pungkasnya. (wh)