Pemudik di Jawa Capai 27 Juta Jiwa

Pemudik di Jawa Capai 27 Juta Jiwa

Selama Lebaran 2014, jumlah pemudik di Jawa diperkirakan mencapai 27 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 61 persen pemudik  tujuan Jawa Tengah, 4 persen di Jawa Barat dan 31 persen di Jawa Timur.

Dan menjelang Lebaran yang kurang tiga minggu lagi, persiapan-persiapan untuk masyarakat yang pulang kampung atau mudik penyelenggaraannya telah dilakukan oleh dinas terkait. Mulai dari dinas perhubungan (dishub), organisasi angkutan darat (organda) dan PT Jasa Raharja bersama-sama membahas agar pelaksanaan mudik di tahun ini berlangsung aman dan lancar.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan,  dengan adanya perencanaan mudik maka pelaksanaanya dapat berjalan lancar. Persiapan untuk menanggulangi masalah transportasi menjelang Lebaran.

“Tidak hanya buruhnya yang merencanakan tetapi juga tempat kerjanya atau kantor mereka masing-masing harus memikirkan kapan mereka dapat pulang liburan mudik. Bila berbarengan maka semua akan tumplek blek di jalan mengakibatkan kemacetan,” katanya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (4/7/2014).

Menurut dia, tahun ini mengalami kenaikan jumlah pemudik sebanyak 7,18 juta meningkat dibandingkan dari tahun lalu. Diperkirakan tanggal 20 Juli 2014 mulai terasa gejala mudik. “Kalau dengan perencanaan maka dapat mengurangi resiko penumpukan di jalan,” jelasnya.

Staf Khusus  Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan dan LLAJ Propinsi Jawa Timur Sumarsono mengatakan, pihaknya akan menyediakan program bis gratis untuk masyarakat. Tidak hanya masyarakat yang dapat diangkut, namun juga kendaraan atau motor roda dua yang diangkut pihaknya.

“Kalau untuk bis gratis kami sediakan 150 bis berbagai jurusan. Dan kami juga siapkan bis yang mengangkut 500 motor,” kata Sumarsono.

Namun tidak kesemua motor yang dapat diangkut namun hanya untuk masyarakat yang pulang dengan tujuan Blitar, Trenggalek dan Banyuwangi sekitarnya.

Ia juga meminta kepada pengemudi bis atau crew untuk memasang tulisan dibelakang kaca bis. “Seperti tempelan info no kontak petugas kami. Bila bis ugal-ugalan ada yang melaporkan akan kami tindak,” ujarnya.

Wakil Ketua Organda Jawa Timur Firmansyah Mustafa yang turut hadir menyatakan kesiapan dari pihaknya untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang bis. Menurutnya kegiatan mudik ini rutin setiap tahunnya dilakukan pihaknya. “Ini merupakan rejeki dan kesiapan kami dengan jalan memperbarui bis dan memoles agar kami tidak ditinggalkan pemudik,” kata Firman.

Pihak organda sendiri akan menggunakan model switch. Contohnya adalah bila bis jurusan seperti Surabaya Madiun penuh bisa dipakai bis Surabaya Madura yang cenderung sepi dengan pengalihan trayek.

“Kekhawatiran masyarakat naik bis kami perhatikan. Bis minimal ekonomi ac,” sahutnya.

Sementara itu, Puryanto Kepala Bagian asuransi PT. Jasa Raharja (Persero) berharap untuk para pemudik dapat mengurangi risiko transportasi perjalanan selama Lebaran. “Hampir 70 persen lakanya dari pengguna motor,” kata Puryanto.

Pihaknya juga mengadakan posko yang disebar di seluruh Indonesia. Yang bekerjsama dengan rumah sakit dan BPJS. “Bila ada laka Jasa Raharja yang bisa mem-back up pembiayaan,” paparnya. (ram)