Pemprov Jatim Segera Gedok Perda Miras

Pemprov Jatim Segera Gedok Perda Miras

 

Pemprov Jawa Timur segera mengeluarkan larangan minuman oplosan (cukrik). Larangan ini bakal dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) yang saat ini masih digodok bersama DPRD Jatim. Perda miras itu secara khusus mengatur peredaran minuman keras.

“Kita akan larang. Apa mau jatuh korban lagi. Nanti akan dituangkan dalam perda miras yang saat ini masih kita godok sama  teman-teman DPRD (Jatim),” terang Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf di Surabaya, Rabu (15/1/2014).

Pejabat yang biasa dipanggil Gus Ipul ini  mengaku prihatin dengan banyaknya korban yang tewas akibat minuman oplosan (cukrik).  “Kadar alkohol pada cukrik tidak terukur, pengoplosnya hanya sekadar mengoplos, tidak memiliki pengetahuan cukup,” katanya.

Perda miras tersebut sedang didesain sehingga sesuai dengan ketentuan di atasnya yakni Peraturan Presiden (Perpres). “Intinya sama, seperti kadar alkohol 5 persen ke bawah bisa dijual bebas, 5 persen lebih sampai 10 persen di toko berizin, 10 persen ke atas di hotel-hotel,” tambahnya.

Pihaknya menyatakan berterima kasih kepada pihak kepolisian yang selama ini bekerja menangani kasus kematian dan menangkap jaringan penjual dan agen miras cukrik. Pemprov Jatim akan berupaya menjalin koordinasi dengan berbagai pihak agar peredaran miras berbahaya itu tidak semakin meresahkan masyarakat.

Seperti diberitakan, puluhan korban tewas serta dirawat di rumah sakit, dari berbagai daerah dilaporkan usai menenggak miras cukrik, seperti Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, dan Sidoarjo. Para korban sebagian besar adalah peserta pesta miras. (ram)