Pemprov Jatim Garap Perluasan Produksi Kopi Arabika

Pemprov Jatim Garap Perluasan Produksi Kopi Arabika

Asosiasi Petani Kopi Jawa Timur mendukung peningkatan produksi kopi, khususnya jenis Arabika. “Perluasan dilakukan dengan menggandeng perhutani, karena hampir mayoritas lahan kopi Arabika berada di atas ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut berada di kawasan Perhutani,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kopi Jawa Timur Yusriadi, Senin (13/1/2014).

Saat itu, upaya perluasan itu terus dilakukan di beberapa daerah, seperti Malang, Blitar, dan Bondowoso.

Menurut Yusriadi, perluasan lahan kopi di lahan milik Perhutani itu dilakukan dengan saling menguntungkan antara pemda, perhutani, dan masyarakat.

“Dengan pola bagi hasil sepertiga persen dari hasil panen tentunya akan menguntungkan masyarakat. Dan secara umum, adanya perluasan lahan tersebut akan meningkatkan produksi kopi di Jawa Timur,” terang dia seperti dilansir kominfo.jatimprov.go.id.

Kabupaten Malang merupakan daerah yang gencar melakukan perluasan tanaman kopi, utamanya jenis Arabica, seperti di kawasan yang berada di lereng Gunung Kawi, Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Arjuno.

Luas lahan kopi di Kabupaten Malang total mencapai 13.568 hektare. Dari luas tersebut sebanyak 418,6 hektare di antaranya adalah areal kopi jenis Arabika. Untuk Kabupaten Bondowoso diketahui merupakan salah satu sentra pertanaman kopi di Jawa Timur, yang menghasilkan kopi jenis Ijen Raung dengan cita rasa khas yang dikenal secara internasional dengan julukan Java Coffee.

Adapun potensi lahan kopi rakyat di Bondowoso seluas 7.000 hektare, namun 6.000 hektare di antaranya tidak produktif dan butuh penggantian bibit unggul.

Dinas Perkebunan Jatim juga mengembangkan kopi Arabika dengan menanam sebanyak dua juta bibit baru sejak 2012. Pengembangan itu dilakukan di enam daerah yang memiliki dataran tinggi di Situbondo, Bondowoso, dan Jember masing-masing seluas 500 hektar, Kabupaten Malang 300 hektar, serta Lumajang dan Kab Probolinggo masing-masing 100 hektar.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim M. Samsul Arifin mengatakan, pengembangan produksi kopi Arabika diupayakan hingga mencapai 2.000 hektar. Pengembangan kopi arabika itu.

“Selama ini produksi kopi Arabika di Jatim sangat terbatas. Sementara pasar untuk distribusinya masih terbuka lebar dan bisa di ekspor ke luar negeri,” ujarnya.(wh)