Pemkot Surabaya Wujudkan Pendampingan 1.000 Hari untuk Ibu Hamil

Pemkot Surabaya Wujudkan Pendampingan 1.000 Hari untuk Ibu Hamil
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita, foto: arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya berinovasi dalam menggagas produk kebijakan untuk kepentingan masyarakat. Mengawali tahun 2016 ini, Pemkot Surabaya memiliki program 1.000 hari pendampingan bagi ibu hamil.

Dalam program yang digagas Dinas Kesehatan Kota Surabaya itu, semua ibu hamil akan didampingi oleh para ahli yang telah berpengalaman di bidangnya.

“Kami menggandeng beberapa instansi terkait, seperti Fakultas Kedokteran Unair Surabaya dan lain sebagainya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita, dalam acara Perspective Dialogue, di Radio Suara Surabaya, Jumat (8/1/2016).

Pendampingan yang dilakukan meliputi observasi perkembangan janin. “Jika kami menemukan ada ibu hamil yang mengalami Resti (Resiko tinggi), kami memiliki Rumah Tunggu Kelahiran,” jelasnya.

Dia menegaskan, Lokasi Rumah Tunggu Kelahiran disiapkan dekat rumah sakit atau puskesmas rawat-inap. Ini dilakukan supaya ibu hamil yang mengalami kondisi Resti bisa diawasi dokter-dokter spesialis.

Rumah Tunggu Kelahiran tersebut, sambung dia, dilengkapi dengan fasilitas kesehatan lengkap. “Ada beberapa Rumah Sakit di lima wilayah di Surabaya yang telah kami tunjuk,” jelasnya. (wh)