Pemkot Surabaya Teruskan Bangun SMA/SMK Baru

Pemkot Surabaya Teruskan Bangun SMA/SMK Baru
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. arya wiraraja/enciety.co

Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru tetap dilanjutkan Pemkot Surabaya. Terdapat tiga sekolah yang saat ini sedang proses pengerjaan. Bahkan, satu SMK bakal siap menerima siswa baru tahun ajaran 2016/2017 mendatang.

Pembangunan ini menghapus keraguan pemkot terhadap terbitnya UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Dalam salah satu pasal UU itu, terdapat poin yang menyebutkan bahwa pengelolaan pendidikan menengah dan kejuruan (Dikmenjur) serta Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sebelumnya dikelola kabupaten/kota bakal diserahkan provinsi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, untuk mewujudkan Surabaya bersih dari anak putus sekolah, pemkot akan terus membangun sekolah negeri baru. Namun yang diprioritaskan adalah penambahan SMPN baru. “Ini karena jumlah lulusan SD tiap tahun lebih banyak,” kata Risma, Sabtu (8/8/2015).

Selain menambah jumlah SMPN, pemkot juga membangun SMAN dan SMKN baru. Tahun ajaran baru tahun depan, satu SMKN sudah siap menerima siswa baru. “Target tahun depan, SMA baru harus jadi. Di dekat sini sudah ada SMK yang sedang dibangun. Semua  pembangunan harus dikejar supaya tidak ada anak putus sekolah di Surabaya,” ujar Risma.

Risma mengaku, penambahan jumlah sekolah baru ini agar Surabaya dapat segera menerapkan sekolah standar nasional (SSN). Mengacu standar tersebut, maka tiap rombongan belajar (rombel) hanya berisi 28 siswa, bukan 38 seperti yang diterapkan saat ini. Namun hal itu membutuhkan ruang kelas yang banyak dan guru-guru yang tidak sedikit.

“Kita ingin Surabaya pakai SSN itu. Tapi perlu dihitung juga berapa jumlah lulusan mulai jenjang dasar sampai pendidikan menengah. Kalau jumlah ruang dan sekolahnya memadai, kita bisa terapkan. Tidak 38 seperti ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan mengatakan, bakal mengikuti instruksi Walikota Surabaya terkait penerapan SSN dan pembangunan SMA/SMK baru. Namun, dia enggan berkomentar lebih banyak jika pembangunan SMA/SMK baru ini dikaitkan dengan UU 23. “Anggarannya ada ya akan kita lanjutkan pembangunanya,” pungkasnya. (wh)