Pemkot Surabaya Terjunkan Empat Tim Tinjau Pasar Turi

 

Pemkot Surabaya Terjunkan Empat Tim Tinjau Pasar Turi

Setelah memutuskan untuk kembali mengkaji pemutusan kontrak dengan investor Pasar Turi Baru, PT Gala Bumiperkasa, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Selasa (21/10/2014) mengaku menerjunkan empat tim khusus untuk meninjau permasalahan Pasar Turi.

“Kemarin sudah di lapangan, nanti kita sampaikan ke investor untuk memperjelas prosesnya. Supaya penilaiannya fair. Kita juga minta timnya sendiri menyampaikan apa kekurangannya dan apa idenya,” tegas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Selasa sore.

Untuk mengetahui segala permasalahan yang dihadapi Pasar Turi tersebut, Risma mengaku menerjunkan empat tim internal yang terdiri dari asisten satu hingga empat Pemkot Surabaya. Setiap tim nantinya akan diberikan waktu satu pekan untuk menggali data dan melaporkan hasilnya pada awal minggu depan.

“Asisten satu saya tugasi bagian hukum, asisten dua masalah fisiknya, kemudian asisten tiga aset, termasuk TPS strata title. Lanjut asistem empat terkait masalah kesiapan pedagang,” jelasnya.

Dari masing-masing asisten Pemkot Surabaya itu menurut Risma akan memiliki tim internal khusus untuk meninjau masing-masing permasalahan. Misalnya saja Asisten Empat Pemkot Surabaya harus mencari data kenapa pedagang tidak bisa bayar biaya stan.

“Harus cari tahu, kenapa mereka tidak bisa bayar. Saya harus cek dulu, ini urusan asisten empat dan Bapemas Surabaya. Kita harus tahu kenapa mereka tidak bisa membayar. apakah mereka tidak berjualan? Kita tidak bisa semena-mena,” tegasnya.

Kemudian Asisten satu ditugasi untuk menggandeng kejaksaan dan kepolisian untuk memberikan evaluasi bahwa Rencana Kerja dan Aksi (RKA) tidak bisa dipisah dengan kontrak awal. Ini untuk menghindari agar PT Gala Bumiperkasa tidak menilai Pemkot Surabaya berjalan secara sewenang-wenang.

“Saya minta teman-teman satu minggu ini fokus untuk mengevaluasi ini. Kemudian saya akan bicara dengan pedagangn langkah-langkah apa yang harus saya kerjakan,” katanya.

Selain itu, terdapat asisten dua yang akan bertugas untuk mengevaluasi fungsi dari Pasar Turi Baru. Pihak Pemkot Surabaya juga memberikan kesempatan PT Gala Bumiperkasa hingga akhir minggu ini untuk menjelaskan secara langsung persoalan dan fungsi Pasar Turi Baru.

“Lihat fungsinya, gedungnya ada tapi fungsinya nggak ada itu gimana? Lalu soal Tempat Penamupungan Sementara (TPS) ini gimana TPSnya? Saya nggak mau dibongkar dulu. kalau dibongkar pedagang harus siap, tempatnya itu harus siap dulu. kita harus siapkan semua planingnya. bagaiamna pengangkuatannya juga. kita libatkan dari kepolisian dan kejaksaan untuk mengevaluasi ini,” beber Risma.

Untuk itu, menurut Risma pihaknya membutuhkan satu pekan untuk melakukan evaluasi dan hasilnya bisa digunakan sebagai tolok ukur apakah nanti kontrak dengan PT Gala Bumiperkasa bisa dilanjut atau tidak.

“Makanya kita samu minggu ini lihat dulu. Nanti kita dapat input dari masing-masing Asisten,” tambahnya.(wh)