Pemkot Surabaya Target 220.904 Balita Divaksin Polio

Pemkot Surabaya Target 220.904 Balita Divaksin Polio
drg Febria Rachmanita (dua dari kanan) saat keterangan pers di Kantir Humas Pemkot Surabaya, Jumat (4/2/2016). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui dinas kesehatan (dinkes) menargetkan 100 persen anak balita yang berumur 0-59 bulan, diberi vaksin polio. Jumlah sasaran di Surabaya pada tahun 2016 ini tercatat ada 220.904 anak balita.

Pemberian vaksin polio tersebut dimaksudkan agar mereka terhindar dari penyakit poliomyelitis (penyakit lumpuh layu tanpa kekerasan yang menyerang anak berumur kurang dari 15 tahun).

“Kami telah menyiapkan tenaga medis mulai dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya agar pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio berjalan maksimal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg Febria Rachmanita, saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang humas Pemkot Surabaya, Jumat (4/3/2016).

PIN Polio ini sendiri, terang dia, akan digelar secara serentak di Indonesia yang dilaksanakan pada 8-15 Maret 2016.

Dari data di Dinas Kesehatan kota Surabaya, dari 154 kelurahan, pada tahun 2015 lalu tercatat ada 22 kelurahan yang belum mencapai target. Setiap kelurahan sendiri bisa dibilang memenuhi target bila mencapai 91 persen lebih.

Ke-22 kelurahan yang tidak capai target adalah Babat Jerawat, Tembok Dukuh, Perak Utara, Pegirikan, Ujung, Sidotopo, Ampel, Wonokusumo, Sukolilo Baru, Rangkah, Tambaksari, Ploso, Kapas Madya Baru, Kalirungkut, Rungkut Kidul, Rungkut Tengah, Semolowaru, Sawahan, Petemon, Darmo, Ngagel Rejo dan Margorejo. Kelurahan ini hanya mencapai 80 persen saja.

“Khusus untuk kelurahan Semampir malah hanya tercatat 70 persen saja anak balitanya yang diberi vaksin polio pada 2015 lalu,” papar dia. (wh)