Pemkot Surabaya Tak Butuh Tim Pengendali Inflasi

Pemkot Surabaya Tak Butuh Tim Pengendali Inflasi

Berbagai kebutuhan bahan pokok di Pasar Keputran Surabaya. foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan jika tidak akan membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya.

“Pemerintah Kota Surabaya tidak akan membuat tim pengendali inflasi. Saya gak suka tapi lebih bagus langsung dikerjakan,” tegas Tri Rismaharini.

Menurut Risma, bila Surabaya membentuk TPID maka dibutuhkan lagi pengeluaran untuk membiayainya. Dan hal tersebut menurutnya tidak baik.

Ia mencontohkan bila Pemkot Surabaya melalui Disperindag hingga kini masih menggelar pasar murah.

“Mending duitnya diberikan kepada masyarakat Surabaya. Menurut saya bukan timnya dibuat, tetapi bagaimana menyelesaikan masalah inflasi itu sendiri,” tutur wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Wali Kota Risma melanjutkan, jika membentuk TPID itu akan membebani Pemkot Surabaya, seperti adanya biaya operasional. Ia bahkan mengatakan jika selama dirinya menjabat dua kali memimpin Surabaya tidak pernah membuat TPID.

Malah, sambung Wali Kota Risma, saat kota dan daerah lain mengalami inflasi, Surabaya tidak mengalami permasalahan tersebut. Dia mengaku jika Surabaya sudah sangat baik dalam mengatur kestabilan harga. Beberapa kebijakan pengendalian harga, terbilang lancar dilakukan hanya dengan berkoordinasi antardinas. Misalnya, pengadaan pasar murah di saat terjadi kenaikan harga beras yang dilakukan di tingkat kelurahan atau RT/RW.

“Saya ndak pernah buat tim selama menjabat. Tapi saya tekankan langsung. Contoh harga cabe naik, maka saya perintahkan dinas terkait bagi-bagi cabe dan bibitnya langsung,” ujar Wali Kota Risma.

“Yang terpenting bahan pokok tidak mengalami lonjakan harga dan hal tersebut merupakan tupoksinya Disperindag yang melakukan tindakan usai melapor ke saya,” imbuh peraih Ideal Moter Award 2016 ini. (wh)