Pemkot Surabaya Pecat 20 PNS Bermasalah

Pemkot Surabaya Pecat 20 PNS Bermasalah
Kepala Inspektorat Pemkot Surabaya Sigit Sugiharsono. sumber foto: lensaindonesia

Sebanyak 20 PNS di lingkungan Pemkot Surabaya dikenakan sanksi pemecatan. Hukuman ini dijatuhkan karena melakukan pelanggaran berat. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Inspektorat Pemkot Surabaya Sigit Sugiharsono kemarin (29/4). Pihaknya menyampaikan bahwa memang inspektorat sudah melakukan pemeriksaan pada PNS yang dinilai melanggar aturan. Mulai dari kategori pelanggaran ringan, sedang, maupun berat.

“Selama tahun 2014 kemarin, kita sudah ada data, setidaknya ada 28 yang terbukti melakukan pelanggaran. Dari jumlah itu yang kena sanksi berat ada sebanyak 20 orang PNS,” tuturnya.

Rincinya sebanyak 20 orang pelanggaran berat dengan sanksi pemecatan. Empat orang pelanggaran sedang dengan surat peringatan sedang, dan juga empat orang lainnya berupa peringatan ringan. Sanksi peringatan itu diwujudkan dalam bentuk pemberian surat peringatan.

Dijelaskan oleh Sigit, bentuk-bentuk pelanggaran yang menyebabkan 28 PNS tersebut terkena sanksi adalah melakukan penggelapan, melakukan penyalahgunaan jabatan dan juga wewenang, dan juga melakukan perselingkuhan. Hal-hal tersebut adalah tindakan yang jelas menyalahi aturan batas-batas yang tidak boleh dilakukan oleh seorang abdi pemerintahan yang berstatus PNS.

“Salah satu diantara yang melakukan pelanggaran berat dan kena sanksi pemecatan adalah oknum guru,” cetus Sigit. Namun, sayangnya Sigit tidak mau menjelaskan lebuh lanjut siapa dan kesalahan apa yang menyebabkan guru PNS yang terkena sanksi pemecatan tersebut.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa memang yang melakukan pemeriksaan dan juga penyelidikan adalah inspektorat. Akan tetapi yang menjatuhi sanksi sesuai dengan PP di atas adalah atasan masing-masing PNS. Sehingga yang memberikan sanksi adalah atasannya masing-masing. “Yang pemecatan itu langsung dari walikota, bukan di kita lagi,” imbuh pria yang juga mantan Kepala Dinas Pertanian Surabaya ini. (ram)